:::

Presiden Tsai: Perdamaian di Kawasan Asia Pasifik adalah Tujuan Bersama

7

 

Presiden Tsai Ing-wen menerima kunjungan "Delegasi Urusan Lintas Selat" dari Fairbank Center for Chinese Studies Universitas Harvard pada tanggal 9 Januari 2017. Dalam pertemuan tersebut Presiden menegaskan bahwa dalam penyelenggaraan negara di bawah pemerintahan saat ini, hubungan lintas selat tidak akan keluar jalur, dan tidak akan kembali ke masa lalu. Selain itu stabilitas perdamaian di kawasan Asia Pasifik bukan hanya tanggung jawab Taiwan, tetapi juga merupakan tujuan berbagai pihak yang harus dicapai bersama.

 

Presiden Tsai menyatakan bahwa Fairbank Center for Chinese Studies adalah lembaga penting di bidang penelitian Asia Pasifik, dan lembaga ini telah menjalin hubungan kerja sama cukup lama dengan Taiwan. Presiden Tsai pernah mengunjungi lembaga tersebut pada tahun 2011 untuk berpidato tentang tantangan kebijakan yang dihadapi Taiwan dalam 10 tahun ke depan. Pada kunjungan tersebut, Presiden Tsai juga melihat berbagai upaya yang dilakukan Fairbank Center for Chinese Studies dalam mendorong kegiatan pertukaran dan penelitan tentang Taiwan.
 

Presiden Tsai kembali menegaskan bahwa dalam masa pemerintahannya, hubungan lintas selat tidak akan keluar jalur dan tidak akan kembali ke cara yang dipakai di masa lalu. Tsai lebih lanjut mengatakan, stabilitas perdamaian di kawasan Asia Pasifik saat ini bukan hanya tanggung jawab Taiwan saja tetapi juga merupakan tujuan berbagai pihak yang harus dicapai bersama-sama.

 

Presiden Tsai menjelaskan, belakangan ini Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army, Tiongkok) berulang kali melakukan aktivitas di kawasan Asia Pasifik. Kegiatan ini telah memaksa negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk merespons, dan telah meningkatkan risiko terjadinya kesalahpahaman dan kesalahan pengambilan tindakan. Minggu lalu pemerintah Tiongkok Daratan, secara sepihak dan tanpa melalui dialog, mengumumkan penggunaan jalur penerbangan M503. Tindakan ini telah memberi dampak pada keselamatan penerbangan, dan menggoncang kestabilan yang selama ini diusahakan bersama. Presiden Tsai telah meminta Biro Keamanan Nasional untuk "meminimalisasi risiko nasional, dan memaksimalkan kerja sama wilayah" sebagai tujuan utama serta mengambil tindakan yang tepat dalam menangani masalah ini. Presiden Tsai berharap agar komunitas internasional dapat memahami tujuan yang ingin dicapai Taiwan, dan mendukung agar kedua belah pihak segera berdialog.

 

Presiden Tsai mengatakan, peningkatan pertahanan nasional adalah salah satu kebijakan prioritas pemerintah yang paling penting. "Taiwan yang aman adalah Taiwan yang mampu menahan agresi, dan mampu melindungi diri sendiri". Presiden dan para jenderal tentara nasional terus berupaya untuk meningkatkan moral dan semangat tentara serta kemampuan pertahanan. Presiden juga mengumumkan, anggaran pertahanan akan meningkat dengan stabil setiap tahun.

 

Presiden Tsai mengucapkan terima kasih kepada delegasi Fairbank Center for Chinese Studies yang telah dengan giat membantu meningkatkan hubungan Taiwan dan Amerika Serikat, serta berharap agar lembaga tersebut dapat terus mendukung Taiwan.