:::

Pernyataan Istana Kepresidenan Terhadap Tekanan yang Dilakukan Tiongkok atas Pembatalan Pesta Olahraga Pemuda Asia Timur di Taichung

Perbuatan Tiongkok memboikot Pesta Olahraga Asia Timur 2019 yang telah direncanakan selama bertahun-tahun, mengabaikan dan sama sekali tidak memandang hak-hak seluruh atlet muda yang telah mempersiapkan diri. Alasan tidak masuk akal dan mengada-ada yang diberikan Tiongkok tidak dapat diterima oleh masyarakat Taiwan, dan tidak akan disetujui oleh penggemar olahraga di seluruh dunia.

Di saat-saat terakhir mendekati tanggal kompetisi, Tiongkok berulah dengan memboikot dan menekan EAOC untuk mengeluarkan resolusi membatalkan Pesta Olahraga Pemuda Asia Timur 2019. Keputusan ini adalah sebuah tindakan serampangan dan tanpa pertimbangan, dan sangat tidak adil bagi Pemerintah Kota Taichung yang telah menghabiskan waktu begitu lama untuk melakukan persiapan. (Foto oleh MOFA)

 

Terkait dengan tekanan yang dilakukan Tiongkok pada Komite Olimpiade Asia Timur (East Asian Olympic Committees, EAOC) untuk membatalkan Pesta Olahraga Pemuda Asia Timur 2019 (East Asian Youth Games) yang akan diselenggarakan di Kota Taichung, Taiwan bagian tengah, Istana Kepresidenan mengeluarkan pernyataan sebagai berikut:

1. Keputusan EAOC membatalkan Pesta Olahraga Pemuda Asia Timur 2019 yang akan diselenggarakan di Kota Taichung adalah sebuah tindakan pencemaran olahraga dengan intervensi politik secara terang-terangan dan sangat kasar. Perilaku irasional yang dilakukan Tiongkok dan keputusan salah kaprah yang diambil EAOC sangat kami sesalkan, dan Taiwan mengutuk keras perilaku Tiongkok tersebut.

2. Dunia olahraga tidak mengenal batas wilayah, dan pertukaran di bidang atletik adalah wadah yang paling ideal untuk membantu berbagai negara dan suku bangsa untuk saling mengenal, serta meningkatkan keharmonisan dalam komunitas internasional. Pesta Olahraga Pemuda Asia Timur adalah pertandingan olahraga internasional yang sangat penting di kawasan Asia. Selama bertahun-tahun ribuan atlet dari berbagai negara berjuang untuk memberikan yang terbaik. Mereka berkompetisi untuk meraih prestasi dan kehormatan sebagai olahragawan. Perbuatan Tiongkok memboikot Pesta Olahraga Pemuda Asia Timur 2019 yang telah direncanakan selama bertahun-tahun, mengabaikan dan sama sekali tidak memandang hak-hak seluruh atlet muda yang telah mempersiapkan diri. Alasan tidak masuk akal dan mengada-ada yang diberikan Tiongkok tidak dapat diterima oleh masyarakat Taiwan, dan tidak akan disetujui oleh penggemar olahraga di seluruh dunia.

3. Pemerintah Kota Taichung sudah memperoleh hak untuk menyelenggarakan Pesta Olahraga Pemuda Asia Timur 2019 sejak tahun 2014. Untuk mempersiapkan acara olahraga internasional ini, selama empat tahun terakhir pemerintah di semua tingkatan, sektor swasta dan masyarakat telah berkomitmen secara penuh untuk memastikan agar para atlet dan tamu dari berbagai negara yang datang dapat menikmati lingkungan berkompetisi dan penerimaan terbaik dari Taiwan. Namun di saat-saat terakhir mendekati tanggal kompetisi, Tiongkok berulah dengan memboikot dan menekan EAOC untuk mengeluarkan resolusi membatalkan Pesta Olahraga Pemuda Asia Timur 2019. Keputusan ini adalah sebuah tindakan serampangan dan tanpa pertimbangan, dan sangat tidak adil bagi Pemerintah Kota Taichung yang telah menghabiskan waktu begitu lama untuk melakukan persiapan.

4. Selama bertahun-tahun Tiongkok telah berulang kali menggunakan segala cara, termasuk mencampuri urusan internal negara lain, untuk membatasi ruang gerak Taiwan berpartisipasi dalam kegiatan internasional, serta menekan kelangsungan dan perkembangan masyarakat Taiwan dalam ruang lingkup internasional. Dimulai dari berbagai tekanan diplomatik, penekanan terhadap maskapai internasional untuk mengubah nama Taiwan, hingga mencampuri kegiatan seni anak-anak yang disponsori oleh pihak swasta. Dalam beberapa tahun terakhir, sepak terjang Tiongkok seperti ini bahkan telah merambah hingga bidang olahraga, seperti Paralimpiade 2016 untuk atlet penyandang cacat dan Pesta Olahraga Pemuda Asia Timur 2019 yang baru saja terjadi. Semua kegiatan olahraga ini telah dicemari oleh tindakan intervensi dan penindasan yang sama. Untuk melindungi hak dan kepentingan warga negara, pemerintah tidak akan menyerah dan akan mendukung Pemerintah Kota Taichung untuk terus memperjuangkan haknya. Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk melihat secara serius tindakan semacam ini yang dilakukan oleh Tiongkok, dan mengidentifikasi risiko serius yang dapat ditimbulkan terhadap stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat internasional.