:::

Taiwan dan Negara-Negara Mitra Tingkatkan Kemampuan UMKM Hadapi Era Transformasi Digital

Taiwan bersama Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Thailand sepakat untuk mendorong pelaksanaan APEC O2O tahap ke-3 agar UKM dapat memiliki pemahaman menyeluruh tentang peluang dan tantangan yang dihasilkan oleh transformasi digital.

Taiwan bersama Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Thailand sepakat untuk mendorong pelaksanaan APEC O2O tahap ke-3 agar UKM dapat memiliki pemahaman menyeluruh tentang peluang dan tantangan yang dihasilkan oleh transformasi digital. (Foto oleh MOEA)

 

Pada tanggal 23-24 Oktober 2018, Administrasi Perusahaan Kecil dan Menengah (Small and Medium Enterprise Administration, SMEA), Kementerian Perekonomian (MOEA), Biro Pengembangan Usaha Kecil Menengah (Bureau of Small and Medium Enterprise Development, BSMED), serta Departemen Perdagangan dan Industri Filipina (DTI) menyelenggarakan "Dialog Kebijakan APEC tentang UMKM & Forum O2O" (APEC Policy Dialogue on MSME marketplace & O2O Forum) serta "Lokakarya dan Pelatihan Ketahanan Digital UKM APEC" (APEC SME Digital Resilience Training Workshop) di Cebu, Filipina.

Sekretaris Jenderal SMEA, Chen Kwo-liang, mengatakan transformasi digital yang terjadi saat ini dapat memberi dampak, kesempatan dan tantangan yang sangat besar bagi kehidupan sehari-hari masyarakat dan dunia usaha. Berkenaan dengan hal tersebut, Taiwan bersama Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Thailand sepakat untuk mendorong pelaksanaan APEC O2O tahap ke-3 agar UKM dapat memiliki pemahaman menyeluruh tentang peluang dan tantangan yang dihasilkan oleh transformasi digital. Saat ini, kegiatan tersebut telah dilaksanakan hingga pertemuan kedelapan.

Beberapa topik pembahasan dalam pertemuan kali ini adalah "Membangun Masa Depan Inovatif bagi UMKM", serta "Strategi dan Solusi bagi Inovasi dan Produk". Selain itu pihak penyelenggara juga menggelar dua buah forum dengan tema "The Future is Innovation" dan "Fund the Future". Pada kesempatan ini, lembaga pemerintah dan organisasi swasta melakukan dialog tentang kemajuan dan peluang usaha UMKM di Asia Pasifik khususnya di bidang teknologi digital.

Pada tanggal 24 Oktober Taiwan dan Filipina mengadakan "Lokakarya dan Pelatihan Ketahanan Digital UKM APEC", yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan UKM dalam menghadapi ancaman serangan siber (cyber attack). Pada pelatihan ini akan digunakan buku panduan terbitan Taiwan yang telah digunakan pada pertemuan APEC tahun lalu. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan UKM dalam menghadapi ancaman kejahatan digital, memperkuat ketahanan dan kesadaran digital, serta membentuk jaringan kerja sama transnasional.

Tahun ini, Taiwan dan negara-negara mitra Kebijakan Baru Arah Selatan (New Southbound Policy, NSP) yaitu Filipina, Malaysia, Thailand dan Vietnam menggelar APEC O2O tahap ke-3. Serangkaian kegiatan telah dilaksanakan di Bandar Seri Begawan (Brunei), Kuala Lumpur (Malaysia), Bangkok (Thailand), Ho Chi Minh (Vietnam), serta pertemuan tingkat tinggi O2O di Kaohsiung yang dihadiri oleh perwakilan dari 20 negara. Cebu (Filipina), yang bertindak sebagai tuan rumah pertemuan tahun ini, adalah kota peserta keenam. Hal ini menandakan hubungan kerja sama dan pertukaran antara Taiwan dengan negara NSP telah berkembang semakin erat, dan semakin banyak pihak yang ingin bergabung.