:::

Era Suara Gaungkan Kesinambungan 90 Tahun RTI Bersejarah dan Terbarukan

President Shao Li-chung menggunakan pola pandang yang profesional, menuntun RTI memasuki era internet, audio visual dan ragam bahasa (Fotografer: Jimmy Lin)

President Shao Li-chung menggunakan pola pandang yang profesional, menuntun RTI memasuki era internet, audio visual dan ragam bahasa (Fotografer: Jimmy Lin)

 

Sebagai radio milik pemerintah, yang juga merupakan satu-satunya radio internasional, maka Radio Taiwan International (Disingkat RTI) sempat mengalami pelbagai perubahan seiring dengan catatan perjalanan sejarah negara. Bersamaan dengan denyut nadi perubahan zaman, RTI bermetamorfosis tanpa merubah semangat ketekunan yang dimilikinya.

 

Dalam era perang, radio menjadi alat penting dalam penyebaran informasi. Dalam foto terlihat pegawai RTI yang bekerja dalam kondisi sulit, mengadu nyawa untuk mencapai tugas penyiaran.Dalam era perang, radio menjadi alat penting dalam penyebaran informasi. Dalam foto terlihat pegawai RTI yang bekerja dalam kondisi sulit, mengadu nyawa untuk mencapai tugas penyiaran.

Daya pancar kekuatan radio mampu menjadi mercusuar penenang hati manusia dan bagpipe yang menabuh riuh sebuah pelayaran. Siaran dengan 14 bahasa, suara RTI mampu melintasi jarak puluhan ribu mil. 90 tahun berlalu dan RTI tidak pernah berhenti, bahkan pendengar di seluruh dunia juga beralternasi. Memasuki usia yang nyaris seabad, RTI melangkah bersama waktu, menetap dalam hati manusia dengan digitalisasi audio visual, berikrar selalu menyuarakan gerakan ramah lingkungan, sehingga legenda RTI tetap ada dan takkan pernah sirna.

Legenda Zaman Suara

Suara dengau yang terhantar dari kegelapan malam, tidak sedikit emosi rindu yang tergosok rapi di sela ketengahan sadar dan pulas.

Mengoleksi suara sejarah adalah tugas penting RTI. Takkala menarik mundur sang waktu hingga 1 Agustus 1928 di sebuah temaramnya surya, RTI mulai menyeruakkan suaranya di tengah era pergejolakkan dunia dan tidak pernah absen dalam setiap momen penting yang terjadi dalam sejarah Republik Tiongkok (ROC).

Keluarga besar RTI siaran Indonesia, Chairperson Lu Ping (Kanan 5), Kepala KDEI Robert J. Bintaryo (Kanan 6) bergembira bersama dengan para pendengar.Keluarga besar RTI siaran Indonesia, Chairperson Lu Ping (Kanan 5), Kepala KDEI Robert J. Bintaryo (Kanan 6) bergembira bersama dengan para pendengar.

Setelah hijrah bersama dengan pemerintah ke Taiwan, RTI mengemban tugas politik yang sangat serius. “Voice of Free China” menyuarakan propaganda terhadap Daratan Tiongkok, tak terhitung jumlah jiwa yang berubah arah dan terpanggil. Di tengah stagnannya komunikasi antar kedua pihak, hanya gelombang suaralah yang mampu melintasi puluhan ribu mil jauhnya, menembus pagar besi berdinding tembaga. Slogan yang sangat bersahaja tersebut, menjadi peri yang sangat dinantikan oleh jutaan saudara rakyat yang terkekang. 

Media Suara Reputasi Inovasi Internasional

Kembali ke awal perjalanan, bagai sepucuk pohon berusia ratusan tahun yang sempat alami terpaan angin salju, goretan bekas luka yang ada menjadi alur jejak yang sangat berharga, dan menjadi peluang takkala RTI bereformasi dan lahir kembali. Slogan yang sempat digunakan terdiri dari “Voice of Free China”, “Voice of Asia” hingga “Radio Taipei International”, siaran RTI dengan ragam bahasanya mampu mendapatkan ruang dalam hati manusia, pendengar pun tersebar di berbagai sudut dunia. “Ini adalah keunggulan dan kekayaan yang dilestarikan oleh kami”, ujar Lu Ping, Chairperson RTI dengan bangga. Dengan sumber daya bahasanya, RTI memainkan peran sebagai mediator jembatan kebijakan baru menuju selatan, dan menjadi mercusuar bagi lebih dari 500 ribu imigran asing di sini.

Chairperson Lu Ping (Kanan 5) dan penyiar bahasa Rusia dengan para pendengarnya.Chairperson Lu Ping (Kanan 5) dan penyiar bahasa Rusia dengan para pendengarnya.

“Sumber daya yang dimiliki RTI sangatlah terbatas, namun kita harus bisa memaksimalkan rasio kekuatan yang ada”, kata Lu Ping. Beroperasi lama dengan mengandalkan keunggulan ragam bahasa, RTI mampu menembus ragam pasar siaran internasional di kawasan Eropa, melakukan kolaborasi yang nyata, sehingga meningkatkan visibilitas Taiwan. “Menghitung Mundur, Suara Media - Forum Internasional Pembangunan Berkesinambungan Asia Pasifik” yang diselenggarakan oleh RTI tanggal 27 September 2018 di Taipei, kembali mampu menoreh sebuah catatan bersejarah dalam era yang sarat akan pendapat argumen aneh dan penuh perubahan.

“Kehadiran Presiden dan wejangan yang diberikan, adalah penyemangat bagi kami”, jelas Lu Ping. Saat menghadiri kegiatan AIB (Association for International Broadcasting) di Inggris pada 2017, secara khusus mengundang Ketua Pelaksana AIB untuk dapat datang ke Taiwan, membuka peluang kerjasama pergelaran kolaborasi kegiatan internasional ini. “Ini adalah penganugerahan perdana ‘Penghargaan Laporan Pembangunan Berkesinambungan Asia Pasifik’, juga adalah kegiatan perdana yang digelar di luar Inggris, terlebih menjadi kolaborasi kegiatan lintas media perdana yang digelar di kawasan Asia. Semua pencapaian baru ini, adalah warisan denyut nadi RTI, yang berani menghadapi tantangan, kebulatan tekad dalam bertugas. Ini bagaikan tugas yang sangat tidak memungkinkan, dan saya bangga memiliki tim kerja seperti demikian”, sebut Lu Ping.

Siaran dengan menggunakan internet, memadukan semua aspek dalam sebuah acara.Siaran dengan menggunakan internet, memadukan semua aspek dalam sebuah acara.

Melintasi Audio Visual Lepaskan Belenggu Egosentris

“Tugas resmi yang diemban oleh RTI adalah menyuarakan berita negara dan informasi kepada masyarakat internasional”, namun tidak membatasi bentuk dan wujud penyiaran. Shao Li-chung yang kembali mengemban tugas sebagai President RTI per tanggal 1 Januari 2017, dengan intensi yang tinggi, kembali melanjutkan program reformasi yang tidak sempat terwujud 8 tahun silam. “Perkembangan internet yang luar biasa, setiap orang terbiasa menggunakan ponsel pintar untuk mendapatkan informasi sejak mulai bangun di pagi hari, selain suara, juga harus ada visual”. Sebagai media siaran yang berada di garis terdepan, bagaimana bisa menutup diri? “Kita harus menggengam keunggulan ini, membangun audio visual, menggunakan internet untuk melintasi dunia”. Dengan visi masa depan, tepat sasaran, mengembangkan jiwa semangat dalam pelaksanaannya.

Setiap penyiar memiliki semangat yang tinggi dalam membuat sebuah acara yang baik.Setiap penyiar memiliki semangat yang tinggi dalam membuat sebuah acara yang baik.

“Dulu saat siaran dengan gelombang pendek, pendengar di Taiwan tidak dapat mendengar siaran acara kami”, ujar Manager of Programming Department, Yuan Bi-wen. Internet yang tak berbatas, dulu memiliki lapisan tirai yang cukup misterius, namun di era digital seperti saat ini, semua hal tersebut juga telah terkuak. Pergantian zaman yang serba instan, profesional, lincah, acara baru, menghadapi ragam hal, mengikat erat para pendengar di internet. Mengacu sistem efisiensi mendengar, memperluas jaringan penyiaran, juga mampu mengetahui jenis mata acara yang disukai oleh masyarakat.

Sebenarnya sejak “Voice of Asia”, RTI telah banyak mengusung mata acara yang lebih elastis, sehingga merebut hati dan disukai masyarakat. Yuan Bi-wen menjelaskan, “Berita dan acara yang ada dalam setiap bahasa, memiliki keunikan tersendiri.” Penghargaan yang direbut oleh RTI di tahun 2017 juga tak terhitung lagi jumlahnya, dengan berhasil meraih 11 nominasi dan 5 penghargaan internasional. “Pelangi di ufuk mentari”, yang memaparkan topik kehidupan keluarga LGBT, berhasil meraih penghargaan “Pemberitaan Terbaik” dari AIB. Hal ini tidak saja hanya sebagai wujud apresiasi karya, namun juga membuat dunia melihat Taiwan yang sangat mempedulikan hak asasi manusia.

“Dengarkan Taiwan pada 21:00”, tidak hanya berhasil meraih penghargaan “Liputan Kepedulian Sosial Terbaik” dan “Pembawa Acara Kepedulian Sosial Terbaik” dalam ajang Penganugerahan Golden Bell Awards ke-52, salah satu mata acara “Takkan pernah menoleh ke belakang”, berhasil menyabet penghargaan “Liputan Pemberitaan Positif Sosial Masyarakat”. Dengan sudut pandang kepedulian akan manusia dan kulturnya, mampu menunjukkan adanya problematika susunan masyarakat yang menua, sesaknya jumlah penghuni dalam lapas. Semua topik tentang manusia ini, berhasil disiarkan melalui radio, menyalakan kepedulian masyarakat akan sosial, mengapresiasi tanggung jawab perusahaan dalam kehidupan sosial.

Era Suara Gaungkan Kesinambungan 90 Tahun RTI Bersejarah dan Terbarukan

Membangun Silaturahmi Kekeluargaan di Udara

“RTI bagaikan sebuah keluarga yang harmonis, anggota keluarga kita tersebar di seluruh penjuru dunia”, ujar Lu Ping dengan mata yang menyiratkan ketentraman. Dalam big data yang dimiliki oleh RTI per tahun 2017, menunjukkan bahwa usia pendengar RTI mulai dari 1 hingga seratusan tahun, 66% pendengar berusia 30 hingga 60 tahun, dengan jumlah viewers lebih dari 120 juta, persinggahan via internet lebih dari 13,45 juta orang. Ini menunjukkan bahwa ke 218 program acara perkenalan Taiwan dari RTI, disambut baik oleh berbagai tingkatan generasi di seluruh dunia.

“Setelah simpul terbangun, maka siapapun adalah saudara, dan tidak pernah akan berubah”, kata Lu Ping terharu. Derap suara adalah penawan ulung manusia, sambutan pendengar adalah dukungan penuh terhadap penyiar, dan motor penggerak penting untuk tetap menjalankan tugasnya.

Legenda Zaman Suara

Dengan memasukkan unsur audio visual, pertukaran pun semakin mengesankan. Di tahun 2017 saja, interaksi yang tercatat antar netters ada 2,72 juta kali.

“Temu Pendengar RTI” kerap mengurai air mata haru. “Tim Jamur Segar” adalah sekelompok pendengar asal Daratan Tiongkok yang baru pertama kali datang ke Taiwan pada tahun ini, yang paling senior telah mendengarkan RTI selama 28 tahun. Karena “Dinamika Museum” kembali menggandeng persahabatan, dan berjanji untuk bertemu di Taiwan. Menelusuri spot wisata yang diperkenalkan oleh penyiar, dan menjelajahi pesona keindahan Taiwan.

Pembangunan Berkesinambungan

Chairperson Lu Ping berharap di kedepannya juga akan peduli dengan isu penting lainnya (Fotografer: Jimmy Lin)Chairperson Lu Ping berharap di kedepannya juga akan peduli dengan isu penting lainnya (Fotografer: Jimmy Lin)

Tema utama dari kegiatan perayaan HUT RTI ke-90, diselaraskan dengan 17 target pembangunan berkesinambungan yang harus dicapai di tahun 2030 sesuai dengan deklarasi PBB. “Forum ini adalah sebuah pembuka”, ujar Lu Ping yang berharap kelak dapat juga menaruh perhatian di dalam isu lainnya, yang juga merupakan visi misi berkesinambungan dari RTI.

“Konsep ramah lingkungan harus terus dikumandangkan”, jelas Shao Li-chung dengan mengambil contoh keluarga sendiri, dimana konsep ini merupakan hal penting yang tidak dapat dielakkan oleh media. “Berdiri dari sudut pandang berkesinambungan, memperluas jaringan dengan teknologi internet adalah jalan yang harus ditempuh.” Melalui proses reformasi, biaya listrik menurun banyak, tidak saja hanya mengurangi biaya operasional semata, namun juga menjadi contoh dalam hal penghematan energi, melanjutkan perwujudan kehidupan bumi yang berkelanjutan.

Lu Ping selalu berpandangan jika energi yang kuat adalah denyut nadi dalam kenimbungan, ia menuturkan, “Isi acara yang beragam adalah andalan penting kami, kita akan terus melanjutkan proses menuju era digitalisasi, audio visual dan keragaman bahasa.” Shao Li-chung dengan tegas menyerukan jika RTI akan berjalan menuju target untuk 10 tahun ke depan. Membuang yang buruk dan menyimpan yang baik, menggengam erat keunggulan yang ada, dilengkapi dengan teknologi yang baru, mengerahkan tingkat penyiaran dan efisiensi semaksimalnya, maka RTI akan melangkah dengan mantap dan sehat, percaya diri menyongsong masa depan yang baru dan menjadi tonggak bersejarah.