:::

MOE Dorong Kegiatan Pengembangan Bahasa dan Budaya Penduduk Baru, Tingkatkan Daya Saing Taiwan

Pada bulan Oktober yang lalu, Chungshan Industrial and Commercial School telah mengirimkan siswa-siswinya ke Indonesia untuk mempelajari bahasa dan melakukan kegiatan pertukaran budaya. Mereka juga mengunjungi masjid, dan mempelajari kebiasaan hidup sehari-hari orang Indonesia.

Pada bulan Oktober yang lalu, Chungshan Industrial and Commercial School telah mengirimkan siswa-siswinya ke Indonesia untuk mempelajari bahasa dan melakukan kegiatan pertukaran budaya. Mereka juga mengunjungi masjid, dan mempelajari kebiasaan hidup sehari-hari orang Indonesia. (Foto oleh MOE)

 

Untuk mendorong perkembangan pendidikan putra-putri penduduk baru, khususnya di bidang pemahaman bahasa dan budaya, Kementerian Pendidikan (MOE) menetapkan "Program 5 Tahun Pengembangan Pendidikan Generasi Muda Penduduk Baru (2016-2020)", yang ditujukan bagi pelajar di tingkat SMA ke bawah. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan komunikasi internasional mereka, MOE juga telah mengadakan beragam kegiatan seperti kunjungan internasional, pertukaran dan kunjungan dengan sekolah-sekolah dari negara Asia Tenggara, kunjungan industri dan lain-lain. Program ini diharapkan dapat memperkuat mobilitas internasional generasi muda Taiwan, serta meningkatkan daya saing bangsa.

Selama tahun 2018, MOE telah memberikan subsidi bagi 6 keluarga serta 12 kelompok guru dan pelajar dari kalangan penduduk baru untuk mengunjungi kampung halaman orang tua mereka selama liburan musim panas. Selama kunjungan tersebut, mereka berkesempatan untuk memperdalam kemampuan bahasa, dan mencoba berbagai macam hal yang belum pernah mereka jumpai.

Selain itu, MOE juga telah memberangkatkan 70 pelajar dari keluarga penduduk baru untuk mengunjungi pabrik dan perusahaan Taiwan di negara-negara Asia Tenggara untuk memahami lingkungan dan situasi lapangan kerja di sana.

Di bidang peningkatan kemampuan komunikasi internasional, MOE telah menggalang pertukaran antara 18 sekolah, yang melibatkan sebanyak 260 guru dan siswa, dengan negara Asia Tenggara, untuk meningkatkan pemahaman 2 arah, membuka wawasan, agar kelak dapat menjembatani hubungan antara Taiwan dan kawasan Asia Tenggara.

Di distrik Daliao, Kaohsiung, terdapat 2 buah sekolah yang memiliki jumlah siswa penduduk baru cukup banyak, yaitu Chungshan Industrial and Commercial School (750 orang), dan SMP Daliao (126 orang). Pada bulan Oktober yang lalu, Chungshan Industrial and Commercial School telah mengirimkan siswa-siswinya ke Indonesia untuk mempelajari bahasa dan melakukan kegiatan pertukaran budaya. Mereka juga mengunjungi masjid, dan mempelajari kebiasaan hidup sehari-hari orang Indonesia.

MOE akan terus mendorong pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini, agar generasi muda dari keluarga penduduk baru dapat memberdayagunakan kelebihan bahasa dan budaya yang mereka miliki untuk meningkatkan daya saing bangsa, serta menjembatani hubungan kerja sama antara Taiwan dan negara-negara Asia Tenggara.