:::

Saksi Perubahan Era Industri Kehutanan Industri Kayu Te Feng – Pertarungan Keterbatasan Arsitektur Kayu

“Rumah Setengah setengah” dari Industri Kayu Te Feng meraih juara pertama Bangunan Rumah Taiwan 2018

“Rumah Setengah setengah” dari Industri Kayu Te Feng meraih juara pertama Bangunan Rumah Taiwan 2018

 

Industri tradisional 3 generasi turun temurun, saksi perubahan industri kayu selama satu abad. Pernah berdiri di puncak kejayaan, juga melewati masa pahit getir. Industri kayu Te Feng menggunakan bahan kayu halus dan hangat melawan dinginnya serangan besi baja dan semen. Dengan pemikiran kesadaran pelestarian lingkungan, membangun rumah tanpa racun, agar bangunan dapat bernafas dengan alami dan industri kehutanan dapat terus berkembang.

Dengan karya “Rumah Setengah-Setengah” Te Feng berhasil meraih juara pertama Bangunan Rumah Tinggal Taiwan 2018. Sebuah proyek yang menghabiskan waktu satu tahun untuk pertama kalinya menghadapi tantangan dengan memadukan desain dan aplikasi, dari sudut pandang pengguna agar arsitektur menyatu dengan lanskap setempat.

 

Stasiun Kereta Chishang di Taitung adalah stuktur balok kayu yang dibangun Te Feng, merupakan bangunan dalam negeri terbesar dengan menggunakan glulam melengkung. (Foto: Industri Kayu Te Feng)Stasiun Kereta Chishang di Taitung adalah stuktur balok kayu yang dibangun Te Feng, merupakan bangunan dalam negeri terbesar dengan menggunakan glulam melengkung. (Foto: Industri Kayu Te Feng)

Industri Tradisional Menyatu dalam Kehidupan

Industri kayu Te Feng yang berlokasi di Zhushan-Nantou, dari kakek, anak hingga ke cucu, tiga generasi hidup dengan mengandalkan hutan kayu. Kakek memulai usahanya dari menjual arang dan bakiak, kemudian berkembang menjadi penyewaan perhutanan, penebangan dan penanaman pohon; Generasi ayah mengembangkan teknologi pengolahan pengeringan kayu anti serangga, anti korosi, anti api dan lainnya, menghidupkan kembali nasib industri yang hampir pudar; Generasi cucunya yang meneruskan usaha, bertekad untuk memulai kembali usaha kayu dengan metode konstruksi kayu yang inovatif, dengan berfokus pada pelestarian lingkungan.

“Selama ribuan tahun, hidup kita tidak terpisahkan dari kayu”, demikian ujar Li Cheng-zong, Ketua Dewan Koperasi Produksi Hutan Yonglong, Kabupaten Nantou yang juga adalah generasi kedua penerus industri kayu Te Feng, mengenang kesulitan usaha ayahnya.

Setelah gempa 21 September 1999 Richard Lee dan Jason Lee membangun kembali rumahnya. Bangunan kayu 3 lantai menghadirkan gaya kuno-modern.Setelah gempa 21 September 1999 Richard Lee dan Jason Lee membangun kembali rumahnya. Bangunan kayu 3 lantai menghadirkan gaya kuno-modern.

Tahun 1941 Li You-te pendiri industri kayu Te Feng memulai usahanya dari menjual arang dan bakiak. “Ayah sempat mengalami era pergantian mata uang Taiwan lama menjadi New Taiwan Dollar/NTD”. Pada masa itu terjadi inflasi saat harga barang melonjak naik, untuk menekan biaya kayu, Li You-de ke gunung mencari kayu mentah grosir. Dari industri hulu berubah menjadi industri hilir, menyewakan pengoperasian hutan dan tahun 1945 industri kayu Te Feng didirikan.

Taiwan memiliki sumber daya hutan yang berlimpah. Pada masa itu industri kayu berkembang pesat, tetapi di balik pemandangan ini tersimpan risiko bahaya yang besar. Li Cheng-zong teringat pada saat ia berusia 7 tahun, menjelang tahun baru imlek, ayah berupaya menjual kayu.

Ayah mengerahkan banyak tenaga kerja, dengan susah payah menurunkan kayu-kayunya dari gunung dan menumpuknya di pinggir sungai untuk menanti kapal, tetapi tidak disangka hujan deras terus-menerus menghanyutkan semua kayunya. Tidak terhitung kerja keras yang sia-sia, belum lagi harus membayar biaya izin tebang, membuka jalan, penebangan pohon, biaya mengantar dan biaya-biaya lain yang jumlahnya sangat besar. Kehidupan Li You-de yang memperhatikan integritas mengalami perubahan besar, setelah menjual tanah dan rumah untuk membayar semua hutang, ia membawa istri dan anaknya pulang ke kampung halaman untuk bertani.

“Keberuntungan tidak melulu datang, kemalangan tidak datang sendirian”, Li Cheng-zong mengatakan dengan tertawa getir. “Tahun itu terjadi gagal panen, hal yang sebelumnya tidak pernah terjadi”, Li You-de yang tadinya berencana menggunakan hasil panen untuk memperbaiki kembali hidupnya malah menerima hantaman keras. Beruntung Li You-de memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik, rekan-rekan bisnis bersedia memberikan kesempatan sekali lagi, menalangi biaya penebangan kayu sehingga dapat membangun kembali usahanya. “Ayah selalu mengatakan pada kami, integritas merupakan modal yang tidak berwujud”. Li Cheng-zong selalu ingat ajaran  ayah yang diturunkan pula ke anak cucunya.

Visi Te Feng melestarikan bumi, menarik kaum muda dengan hasrat dan keterampilan mereka bergabung di dalamnya.Visi Te Feng melestarikan bumi, menarik kaum muda dengan hasrat dan keterampilan mereka bergabung di dalamnya.

Penyesuaian Lahirkan Kembali Industri

Setelah Li Cheng-zong meneruskan usaha keluarga, kejayaan hanya bertahan beberapa tahun saja. “Di generasi saya ini, kejayaan usaha kehutanan berangsur-angsur turun.” Ia kembali mengenang pada masa sekitar tahun 1981, industri besi baja mulai bangkit. Pada umumnya bahan bangunan diganti dengan besi baja. “Pada periode itu, 100 perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan di Zhushan hanya  tersisa 10 perusahaan.” Li Cheng-zong berupaya keras menolong kehidupannya, “Saya sangat berterima kasih atas bantuan Universitas Sains dan Teknologi Nasional Pingtung dan Universitas Nasional Taiwan yang telah membimbing Te Feng dengan teknologi pemrosesan.”

Riset dari Professor Wu Xue-dan memungkinkan Te Feng menghemat waktu pengeringan, dari 30 hari menjadi 3 hari saja. Teknik pengeringan bersuhu tinggi tidak saja memperpendek waktu pengeringan tetapi juga meningkatkan kualitas kayu, akhirnya Te Feng memiliki kesempatan untuk reinkarnasi. “Setiap jenis kayu memiliki karakteristik kegunaan masing-masing yang paling sesuai”. Melalui penyesuaian karakteristik kayu, teknologi material dan teknik Glulam (Glued Laminated Timer), tahun 2009 Te Feng berhasil memperoleh sertifikat kualitas struktur glulam kayu ISO 9001, dan sertifikat proses anti korosi dari Asosiasi Konstruksi Perkayuan Daratan Tiongkok pada tahun 2010. Tidak hanya itu saja, struktural glulam kayu Te Feng merupakan satu-satunya glulam yang memenuhi CNS11031 standar nasional Taiwan.

Lingkaran tahunan kayu mencatat kecepatan pertumbuhan musim semi dan musim gugur yang berbeda, merupakan catatan lingkungan yang berharga.Lingkaran tahunan kayu mencatat kecepatan pertumbuhan musim semi dan musim gugur yang berbeda, merupakan catatan lingkungan yang berharga.

Pohon Tanpa Nama Kekuatan Besar Sang Prajurit Kecil

“Menamakan pohon anonimitas (Tanpa nama), berharap dapat menghapus mitos masyarakat terhadap kayu yang mahal”. Sebenarnya semua pohon kayu sangat berharga, bahkan untuk pohon tanpa namapun merupakan kayu yang bagus, apabila jika digunakan dengan baik dan benar.

“Seluruh bagian tubuh pohon  adalah harta kekayaan, bahkan serbuk gergaji kayu juga bernilai.” Ketika Li Cheng-zong melihat pinggiran potongan kayu di pabrik, mengingatkannya pada produk kayu kebutuhan sehari-sehari yang dibuat ayah, memberikan ide untuk memberikan umpan balik pada masyarakat. Hampir 20 tahun lalu, pemikiran ini membuat ia naik ke kereta “Pengembangan Masyarakat yang Komprehensif” untuk turut dalam program kerajinan tangan masyarakat dengan bimbingan dari Institut Penelitian dan Pengembangan Kerajinan Nasional Taiwan (National Taiwan Craft Research and Development Institute), mempromosikan perkembangan masyarakat dengan menggunakan sumber daya yang dipadukan dengan keunikan karakteristik lokal, membentuk industri budaya dan menghidupkan kembali perekonomian setempat.

Penggunaan mesin presisi guna mencapai perpanjangan kayu, meningkatkan stabilitas struktur kayu.Penggunaan mesin presisi guna mencapai perpanjangan kayu, meningkatkan stabilitas struktur kayu.

Perpaduan Inovasi Menantang Keterbatasan Kayu

“Rumah kami juga roboh saat terjadi gempa tanggal 21 September 1999.” Richard Lee dan Jason Lee memikul tanggung jawab yang berat untuk membangun kembali rumah mereka. “Semua dimulai dari nol, untuk menyelesaikan pembangunan memerlukan waktu 3 tahun” dan esoteris struktur bangunan kayu membuat Richard Lee tertarik.

“Pada umumnya orang beranggapan bangunan kayu tidak kuat, dengan adanya teknologi, semua ini dapat diatasi.” Te Feng menggunakan pemrosesan tak beracun atau rendah racun untuk menghalau kerusakan dari serangga agar kayu dapat bertahan lama. Penggunaan borat, bahan yang ramah lingkungan pada kayu agar kayu tahan api, tingkat ketahanan api memenuhi standar kelas 3 ketahanan api Kementerian Dalam Negeri (MOI). Penggunaan data eksperimen yang dapat dipercaya membangun kepercayaan pasar pada Te Feng.

Richard Lee, generasi ketiga penerus usaha kayu Te Feng, mengunakan metode modern, menonjolkan pesona keunikan arsitektur kayu.Richard Lee, generasi ketiga penerus usaha kayu Te Feng, mengunakan metode modern, menonjolkan pesona keunikan arsitektur kayu.

Tahun 2005 Te Feng mulai memperluas usaha perkayuannya, selama 10 tahun lebih telah menerima lebih dari 50 proyek, dari tengah hingga ke selatan, utara, timur Taiwan bahkan jejaknya juga dapat terlihat hingga  Kanada dan Shenzhen, telah menciptakan karya arsitektur mengesankan yang tidak terhitung jumlahnya.

“Kayu memiliki tingkat plastisitas yang sangat tinggi”, tahun 2009 Te Feng bekerja sama dengan arsitektur Chiang Le-ching membuat atap stadium Sekolah Dasar Da Dun dengan bahan glulam selebar 40 meter, merupakan karya pertama yang menggunakan bahan ini untuk bangunan milik negara. Tahun 2016 menyelesaikan aula Stasiun Kereta Api Chi Shang di Taitung yang menggunakan bahan glulam lengkung sepanjang 8,5 meter, merupakan bangunan dengan bahan glulam lentur terbesar yang dibangun di Taiwan. Dengan besar material lebih dari 100 meter persegi, dirakit dengan pelat besi baja yang tertanam di dalam, dikencangkan dengan baut untuk memastikan kestabilannya. Penggunaan metode khusus untuk menjamin keamanan, sekali dan sekali lagi menantang keterbatasan arsitektur kayu.

Metode Modern Inovasi Baru Rumah Kayu

Pada “Rumah Setengah-setengah” Te Feng menerobos peranan material bahan dan bagian penyokong lainnya dengan keunikan balok besar. Percobaan awal membuat orang kagum, dan berhasil meraih juara pertama Bangunan Rumah Tinggal Taiwan 2018. “Rumah Setengah-Setengah” menggunakan metode modern pengencang khusus berspesifikasi tinggi sebagai pengganti metode tradisional, membuat konstruksi kayu lebih kuat dan lebih stabil.

Atap kayu Perpustakaan Namaxia adalah tantangan lain bagi Te Feng dengan perpaduan pengencang kayu dan logam. (Foto: Jimmy Lin)Atap kayu Perpustakaan Namaxia adalah tantangan lain bagi Te Feng dengan perpaduan pengencang kayu dan logam. (Foto: Jimmy Lin)

Untuk menyesuaikan dengan kondisi tanah, “Rumah Setengah-setengah” menggunakan 6-7 bahan jenis kayu yang berbeda, tersebar semerbak aroma kayu asli, terlihat elegan serta fungsional.

Dari ditolak sampai diterima, dari mentah hingga matang, Richard Lee dan Jason Lee, generasi ketiga keluarga Lee dengan menggunakan inovasi baru memperluas perkembangan industri tradisional. “Kandungan karbon pada material kayu sangat tinggi, apabila mempertahankan karbon dalam kayu, menahannya keluar, maka ini adalah penghematan energi dan pengurangan karbon.” Mengurangi jumlah penggunaan besi baja maka dapat memperbaiki polusi lingkungan. Te Feng dengan visi melestarikan bumi menarik 30 lebih kaum muda turut bergabung dengan menaruh kegairahan dan ketrampilannya.

“Taiwan memiliki kekuatan yang sangat baik, hanya saja tidak terintegrasi.” Metode unggul yang telah diturunkan selama ribuan tahun dipadukan dengan komponen presisi modern telah menghasilkan hasil yang sangat kompetitif. Produk yang disesuaikan, teknologi pengelasan berkualitas tinggi sehingga tidak kalah dengan produk luar negeri. “Kami berharap membangun metode konstruksi yang sistematis”, saat semua komponen berada pada jalur prosesnya maka dapat mengatasi masalah biaya tinggi dan waktu yang panjang yang menjadi kendala saat ini. Ini merupakan aspirasi dari Industri Te Feng, juga kesempatan untuk merasakan rumah kayu mewah.