:::

Cetak Biru Arsitektur Fieldoffice Integrasi Bangunan dan Alam

Kebersamaan penuh persahabatan dalam keluarga besar “Fieldoffice Architects”.

Kebersamaan penuh persahabatan dalam keluarga besar “Fieldoffice Architects”.

 

Sasaran yang kita jelajahi bersama kali ini adalah “Fieldoffice Architects”. (「田中央」 Baca tien chung yang, arti harafiah: “Di tengah sawah”).
Huang Sheng-yuan peraih dua penghargaan yakni Presidential Innovation Award dan National Award of Art, selama lebih dari 20 tahun kiprahnya terus menggema. Banyak penghargaan dalam dan luar negeri yang diraih, namun hal ini tidak membuatnya lupa akan niat awalnya. Bahkan sebaliknya prestasi ini memikat banyak mitra kerja sependirian untuk ikut bergabung membentuk tim kerja yang solid, bekerja tekun tanpa ada keluhan dan penyesalan. Bagaikan pemandian air dingin Yilan, yang tenang tak bergeming. Namun saat berendam, secara perlahan sekujur tubuh pun bisa merasakan energi yang merasuk sukma.

 

Pembangunan pintu masuk tol “Cherry Blossom Cemetery” memakan waktu 5 tahun, dirancang dengan tembok miring, memberikan kesan ruang dan waktu yang berputar balik. (Foto: Fieldoffice)Pembangunan pintu masuk tol “Cherry Blossom Cemetery” memakan waktu 5 tahun, dirancang dengan tembok miring, memberikan kesan ruang dan waktu yang berputar balik. (Foto: Fieldoffice)

Perilaku Kontras dengan Etika Sosial

Tatapan mata Huang Sheng-yuan di balik kacamata yang bundar memancarkan hati bocah yang membara. Profesi orang tuanya sebagai pendidik memiliki sikap lembut dan elegan, sebaliknya Huang Sheng-yuan bersikap santai dan tidak acuh, “Papa dan mama selalu menghormati kami layaknya sahabat, kini saya pun bersikap demikian terhadap putriku.” Bermurah hati, bersikap toleran, memberinya energi dan bukan mengekangnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada orang tua yang memberikan saya kebebasan.” Huang Sheng-yuan tumbuh dalam keluarga yang saling menghargai dan penuh kasih sayang, ia memiliki prestasi gemilang saat mengenyam pendidikan di Taipei Municipal Jian Guo High School, dengan mudah melanjutkan studi di Tunghai University jurusan arsitektur.

“Sebenarnya semenjak kecil sudah mengetahui jika diri memiliki daya imajinasi ruang.” Huang Sheng-yuan menyukai permainan catur yang memiliki ruang visual, malah sebaliknya tidak berbakat dalam permainan kartu remi. Dikarenakan keluarga mereka tidak memiliki rumah maka tempat tinggal mereka tak menentu, Huang Sheng-yuan mengatakan, “Sebelum masuk SMA, kami sudah 7 kali pindah rumah.” Ruangan yang sempit menjadi arena bermain baginya, ia menyusup ke sana kemari. “Saya memanjat melewati ranjang orang tua dan adik perempuan, baru dapat memanjat melalui ventilasi masuk ke kamar mandi.”

Huang Sheng-yuan menyebut diri sendiri sebagai orang kota Taipei kampungan, menghabiskan lebih dari 20 tahun untuk dapat menyatu dengan pedesaan Yilan.Huang Sheng-yuan menyebut diri sendiri sebagai orang kota Taipei kampungan, menghabiskan lebih dari 20 tahun untuk dapat menyatu dengan pedesaan Yilan.

“Semenjak masuk ke sekolah dasar, ayah meminta saya membuatkan diagram fonetik artikulasi. Bapak Huang seorang pendidik di National Taiwan Normal University, tidak pernah mengabaikan bakat putranya yang membanggakan. Di masa tersebut belum ada permainan komputer, “Balok kayu menjadi benteng istanaku”, Huang Sheng-yuan selalu membongkar pasang bangunannya, tak henti-hentinya berimajinasi dan berkreasi, pengalaman ini melengkapi perjalanan hidupnya yang penuh dengan kebebasan.

 

Lemah Tak Berarti Kalah

“Sejak kecil, saya merasakan diri sendiri termasuk ceroboh, sangat sulit bagi saya untuk menyelesaikan apapun dengan sendiri.” Akan tetapi ketika menyadari kekurangan ini dan menerimanya, maka tidak ada lagi hal yang perlu dicemaskan.

Model manajemen “Fieldoffice”, memberikan ruang lingkup sepenuhnya bagi rekan kerja untuk berkarya.Model manajemen “Fieldoffice”, memberikan ruang lingkup sepenuhnya bagi rekan kerja untuk berkarya.

“Tak ada gading yang tak retak, namun setiap orang pasti memiliki kelebihan masing-masing.” Huang Sheng-yuan merasakan secara mendalam betapa penting kerjasama tim dan menghargai setiap mitra kerjanya. Semenjak tahun 1944 mulai menjalankan “Fieldoffice Architects”, Huang Sheng-yuan membina hubungan baik dengan kehidupan di pedesaan Yilan bagaikan sebongkah magnet, tanpa disengaja juga menarik minat orang-orang sependirian untuk bekerjasama. Tim kerja ini bermula dari satu orang berkembang menjadi lebih dari 30 orang, bagaikan terumbu karang yang tumbuh berkembang. Saat liburan musim panas kelompok pelajar yang bekerja paruh waktu maupun magang terus berdatangan, mereka berkumpul di kantor ini membuat suasana kantor ingar-bingar bagaikan pasar tradisional.

Kenyataannya kantor ini lebih mirip sekolah dan rumah daripada tempat kerja. “Walaupun ada daftar piket kerja, akan tetapi hampir semua dari mereka berada di kantor hingga pukul 9-10 malam,” ujar Sekretaris Wang Han-wei sambil tertawa. “Rumah kami dekat dengan kantor, terkadang lama di kantor bukan bekerja melainkan ingin duduk bersama dalam pembicaraan santai.” Staf lainnya, Huang Hai-rou walaupun memiliki rumah di Yilan, namun ia memilih menyewa rumah dekat kantor karena ingin lebih dekat dengan rekan kerja.

Para rekan kerja bekerja sama menyelesaikan maket “Luodong Cultural Working House”. (Foto: Fieldoffice)Para rekan kerja bekerja sama menyelesaikan maket “Luodong Cultural Working House”. (Foto: Fieldoffice)

Wang Han-wei menunjuk maket bangunan seraya berkata, “Setiap proyek pasti ada yang menjadi penanggung jawab utamanya, juga pasti akan dibantu banyak asisten. Selama progres proyek berjalan, peran dan tugas akan dirotasi.” Huang Sheng-yuan memanggil mereka dengan sebutan teman sekolah, bagi yang pernah bekerja di “Fieldoffice” maka mereka akan mampu bekerja mandiri dan menguasai setiap mata rantai pekerjaan. “Biarkan dan beri mereka ruang lingkup berkarya.” Menghadapi rekan kerja yang datang dari negara yang berbeda agar dapat tumbuh berkembang maka Huang Sheng-yuan terus mendampingi mereka. “Saya mencoba mengunjungi kampung halaman setiap rekan kerja, memahami proses tumbuh kembang mereka.” Ketulusan seperti demikian dapat mengikat kebersamaan dan kekeluargaan. Wang Han-wei menambahkan, “Pergantian karyawan di kantor ini tidak tinggi, sebagian besar meninggalkan kantor karena melanjutkan studi, setelah studi di luar negeri akan kembali lagi.” Bagi mereka yang sudah pernah bekerja di “Fieldoffice”, sejauh manapun mereka merantau bahkan hingga ke ujung dunia, mereka pasti tidak akan melupakan rumah ini.

Sutradara Tsai Ming-liang menggelar pameran bertema “Walker - Tsai Ming-liang” membuat para pengamat seakan-akan berada di pantai saat menyaksikan tayangan film.Sutradara Tsai Ming-liang menggelar pameran bertema “Walker - Tsai Ming-liang” membuat para pengamat seakan-akan berada di pantai saat menyaksikan tayangan film.

 

Konkret Baru Dapat Berkesinambungan

Huang Sheng-yuan menyebut diri sendiri sebagai “Orang kota Taipei kampungan”, walaupun ia menghabiskan waktu lebih dari 20 tahun lamanya membina hubungan dengan pedesaan Yilan. Cinta kasih tiada tara diberikan kepada tanah ini, diungkapkan dengan cara membenahi dan memperbaiki bagian yang rusak.

Mengadopsi kehangatan peradaban manusia untuk mendesain arsitektur, membaurkan bangunan dengan tanah, inilah yang mampu dilakukan oleh “Fieldoffice”. Taman pusat layanan turis “Zhuang Wei Dune Visitor Center” diresmikan pada tahun 2018, bangunan ini diimajinasikan menyerupai struktur robot Gundam. Guna mengoptimalkan fungsi gedung ini maka turut mengundang sutradara Tsai Ming-liang menggelar pameran. Desain model bola-bola bergandengan membentuk ruangan megah bagaikan miniatur alam semesta. “Tidak semua bangunan harus dirancang secara fungsional, akan tetapi memposisikan alam dan manusia pada tempatnya,” ujar Huang Sheng-yuan.

Konsep modernisasi diterapkan pada desain pintu masuk tol “Cherry Blossom Cemetery “. (Foto: Fieldoffice)Konsep modernisasi diterapkan pada desain pintu masuk tol “Cherry Blossom Cemetery “. (Foto: Fieldoffice)

Mengikuti topografi bukit pasir yang bergelombang, pusat layanan turis ini sama sekali tidak mencolok di mata, sebaliknya terbentang indah memberikan keheningan bagi pengunjung dan alam. Periskop yang menjulang merentangkan panorama samudera di depan mata. Pemandangan luar biasa menakjubkan bagi Tsai Ming-liang, membuatnya terhanyut dalam kebebasan, impian yang sedang dicari-cari ternyata telah berdiri di depan mata.

Berkat upaya dari Huang Sheng-yuan berhasil mempreservasi hanggar militer tua “Kamikaze Aircraft Shelter Museum”, tidak peduli seberapa pahit kisah masa lalu, suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, namun hanya dapat bersikap tenang menghadapinya.

Tekstur bangunan yang diadopsi oleh “Fieldoffice” menyiratkan kepedihan yang dialami para pendahulu. Tampak seperti karya yang tak disengaja, namun sebenarnya mengandung makna yang mendalam.

“Sebenarnya saya tidak menyukai karakter pribadi saya” tutur Huang Sheng-yuan, di mata orang lain dirinya diberi label sebagai seseorang yang terlahir menjadi pemberontak.

Gagasan dari Huang Sheng-yuan tentang kebenaran, kebaikan dan estetika tak mengenal kompromi, maka ia perlu lebih berhati-hati, jika tidak, akan mudah melanggar etika dan norma sosial.

Akses yang disediakan “YiLan Social Welfare Center” sangat bersahabat, sehingga pengguna merasa terlayani dengan ramah. (Foto: Fieldoffice)Akses yang disediakan “YiLan Social Welfare Center” sangat bersahabat, sehingga pengguna merasa terlayani dengan ramah. (Foto: Fieldoffice)

“Sebenarnya ada banyak hal yang tersembunyi di balik sopan santun. Barangkali ada pandangan tentang pembelaan kebebasan atau seruan atas keadilan.” Huang Sheng-yuan tidak menginginkan respon yang munafik, ia mengejar adanya perlakuan yang adil dan jujur. Selama masa perkembangan diri, Huang Sheng-yuan merasa dirinya ditakdirkan untuk menerima banyak kritikan, di tengah ketidakpahamannya, ia terus menghadapi benturan. Walaupun berulang kali mengalami frustrasi, namun watak keras yang pantang menyerah, tetap berbesar hati dan terbuka.

Mencakup proyek pembangunan sungai kota “Vascular Bundle Plan”, permintaan dari Huang Sheng-yuan tidak banyak, ia hanya meminta agar keasrian rupa kota kecil serta  keutuhan induk sungai yang telah menghidupi masyarakat Yilan selama beradab-abad tetap terjaga.

 

Adopsi Kecerdasan Bangun Kesejahteraan

Membuka lembaran sejarah konstruksi bangunan “Fieldoffice”, di dalamnya terdapat lebih dari 50 karya yang menitikberat pada konsep “Peduli terhadap sesama”. Banyak upaya keras yang ditanamkan “Fieldoffice” untuk Jiaoxi Julin Nursing Home yang selesai dibangun pada tahun 1955, Greater Yilan County Nursing Institute, St. Camillus Center for Intellectual Disability dan St. Camillus Long-Term Care Center. “Setiap orang akan dihadapkan pada hari-hari di mana kemampuan diri berkurang, semestinya mengupayakan agar para manula tetap hidup bermartabat dan hidup di lingkungan dengan aksesbilitas yang terpenuhi.” Beragam tantangan yang dihadapi dalam tugas perawatan, hal yang terpenting adalah membangun ruang nyaman dan bersahabat, ini menjadi isu penting yang patut diperhatikan. 

Berkat upaya Huang Sheng-yuan maka hanggar kuno dilestarikan menjadi “Kamikaze Aircraft Shelter Museum”.Berkat upaya Huang Sheng-yuan maka hanggar kuno dilestarikan menjadi “Kamikaze Aircraft Shelter Museum”.

Operasi “Fieldoffice” telah mengakar dan tersebar luas di banyak kecamatan di Yilan serta menjadi kantor yang representatif, akan tetapi kondisi keuangan kantor ini sangat buruk dan terlilit banyak hutang, sangat sulit untuk dibayangkan.

Proyek yang ditender merupakan proyek infrastruktur pekerjaan umum, maka memiliki batasan anggaran tertentu. “Guru Huang selalu bersikeras mengutamakan pengerjaan dengan analisa dasar dan tak henti-hentinya merevisi, terkadang setiba di lapangan untuk meninjau lokasi, ia masih mengeluarkan ide dan merevisi.” Sebagian mitra kerjanya bekerja dengan serius, dan sebagian lainnya mengeluh kesulitan.

Manajer Konstruksi Yang Chih-chung telah bermitra lebih dari 20 tahun, selalu memegang kalkulator dan terus menghitung dengan teliti biaya-biaya konstruksi yang dibutuhkan. Walaupun menyadari setiap perubahan memerlukan modal, namun tetap dikerjakannya. “Pasti ada sesuatu yang berharga untuk diperhatikan pada setiap tahap kehidupan manusia.” Huang Sheng-yuan sangat menyukai arsitektur dan mengharapkan setiap rekan kerja dapat melakukan yang terbaik.

Sebagian besar proyek yang dikerjakan “Fieldoffice” merupakan proyek infrastruktur pekerjaan umum, dan memahami bahwa fungsi politik sebagai perangkat publik untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, tidak peduli siapapun yang berkuasa dalam pemerintahan, asalkan tidak melupakan niat awalnya yakni kewajiban memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

Foto: Fieldoffice.Foto: Fieldoffice.

Lulusan Yale University strata II, Huang Sheng-yuan pernah bekerja di Eric Owen Moss Architects (EOMA) dengan karya-karyanya mendapat pengakuan internasional. Ia memimpin “Fieldoffice” dan berharap ada jalan kemajuan yang semakin terbuka lebar, namun di sisi lain, rasa akan kampung halaman yang dimilikinya, serta pengorbanan agar generasi berikutnya dapat merangkul harapan dan impian, maka seberat apapun tantangan yang dihadapi, Huang Sheng-yuan tetap tersenyum bahagia menjalaninya.

Sorot mata Huang Sheng-yuan memancarkan pandangan lembut yang muncul ketika menyaksikan mitra kerja “Fieldoffice”. “Saya sangat terbuka dan tidak berprasangka pada siapapun,” dalam hati Huang Sheng-yuan beranggapan bahwa asalkan bekerja dengan tekun dan tidak menyalahi hati nurani, karena Tuhan dapat melihat, begitu juga orang lain.