:::

Taiwan Selenggarakan Konferensi Internasional tentang Pupuk Hayati dan Biopestisida

Pembahasan utama dalam pertemuan ini difokuskan pada pupuk mikroba, pencegahan hama dan penyakit tanaman, serta langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mendorong penggunaan pupuk mikroba di kawasan Asia.

Pembahasan utama dalam pertemuan ini difokuskan pada pupuk mikroba, pencegahan hama dan penyakit tanaman, serta langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mendorong penggunaan pupuk mikroba di kawasan Asia. (Foto oleh COA)

 

Pada tanggal 20-23 Agustus 2019, Dewan Pertanian (COA) bekerja sama dengan Asian Productivity Organisation (APO) menyelenggarakan konferensi international tentang pupuk hayati (biofertilizers) dan biopestisida bertempat di Taman Bioteknologi Pertanian Pingtung. Konferensi ini dihadiri oleh sekitar 60 orang peserta dari 13 negara, yaitu Bangladesh, Kamboja, Iran, Indonesia, India, Nepal, Malaysia, Pakistan, Filipina, Thailand, Vietnam, Sri Lanka dan Taiwan, untuk membahas penggunaan mikroba di bidang pertanian, menjaga kapasitas produksi dan mencapai tujuan pelestarian lingkungan.     
 
Kemampuan produksi pertanian di negara-negara Asia saat ini sedang mengalami peningkatan yang sangat pesat, tetapi situasi tersebut juga dapat mendorong penggunaan pupuk kimia secara berlebihan yang dapat memberi dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
 
Pada tahun 2015, COA mengajukan usulan kepada APO untuk mengadakan lima konferensi internasional di Taiwan selama periode tahun 2016-2020. Dalam konferensi ini, para negara anggota akan berdiskusi tentang perkembangan dan penggunaan mikroba di bidang pertanian untuk menunjang kapasitas produksi dan pelestarian lingkungan. Usulan tersebut diterima, dan menjadi “Program Kerja Lima Tahun” pertama yang disetujui oleh APO.
 
Dalam konferensi kali ini, para delegasi membahas isu-isu seputar aturan hukum dan tata kelola, penelitian dan penggunaan tekonologi terbaru, perkembangan dan kemajuan pasar, pelatihan dan pembinaan, serta berbagai kemungkinan kerja sama. Pembahasan utama dalam pertemuan ini difokuskan pada pupuk mikroba, pencegahan hama dan penyakit tanaman, serta langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mendorong penggunaan pupuk mikroba di kawasan Asia.  
 
Tujuh orang pakar dari Taiwan, Swiss, Thailand, Vietnam, Jepang dan India memberikan pemaparan tentang mengenai strategi, perkembangan, serta situasi terkini di bidang pencegahan hama, penggunaan pupuk hayati dan biopestisida; dan praktik komersialisasi pupuk hayati dan biopestisida. Pada tanggal 21 Agustus, para delegasi akan memberikan pemaparan tentang pengendalian hama terpadu, serta kondisi penggunaan pupuk hayati dan biopestisida di negara masing-masing. Pada tanggal 22 Agustus, para delegasi akan mengunjungi Balai Penelitian Pertanian Kaohsiung, Pusat Penelitian Pisang Taiwan, dan area uji coba pertanian untuk memahami penggunaan pupuk mikroba di Taiwan.