:::

Thailand Ingin Belajar dari Taiwan, Bangun Satelit Secara Mandiri

Karena Taiwan dan Thailand menggunakan platform satelit yang sama, dan Taiwan telah melakukan peluncuran satelit lebih awal, maka dalam program pengembangan satelit dan proses peremajaan, Thailand bisa belajar dari pengalaman Taiwan.

Karena Taiwan dan Thailand menggunakan platform satelit yang sama, dan Taiwan telah melakukan peluncuran satelit lebih awal, maka dalam program pengembangan satelit dan proses peremajaan, Thailand bisa belajar dari pengalaman Taiwan. (Foto oleh CNA)

 

Pada tanggal 27-28 Agustus 2019, Departemen Pengembangan Teknologi Ruang Angkasa dan Geoinformatika Thailand (GISTDA) mengadakan kegiatan bertajuk “Thailand Space Week” untuk meningkatkan kapasitas industri Sistem Navigasi Satelit Global (GNSS) Thailand, serta prospek perkembangannya di ASEAN.    
 
GISTDA dan Organisasi Ruang Angkasa NARLabs Taiwan (NSPO) telah menjalin hubungan kerja sama selama bertahun-tahun. Pada kesempatan ini, NSPO mengadakan “Workshop of Taiwan Data Cube” (TWDC) untuk memperlihatkan perkembangan dan pencapaian Taiwan di bidang pengumpulan data multidimensi, sekaligus membagikan pengalaman sukses Taiwan di bidang pengembangan program satelit.   
 
Kepala Kantor Perwakilan NARLabs di Thailand, Yang Shang-kuo, mengatakan satelit Formosat-2 yang diluncurkan Taiwan pada tahun 2004 diproduksi dengan bantuan Airbus, demikian juga  dengan satelit yang diluncurkan Thailand pada tahun 2008. Karena Taiwan dan Thailand menggunakan platform satelit yang sama, dan Taiwan telah melakukan peluncuran satelit lebih awal, maka dalam program pengembangan satelit dan proses peremajaan, Thailand bisa belajar dari pengalaman Taiwan.  
 
Thailand juga berencana untuk mengembangkan satelit secara mandiri dan ingin memetik pengalaman dari Formosat-5 (satelit yang dibuat Taiwan secara mandiri) yang diluncurkan pada tahun 2017.
 
Wakil Direktur GISTDA, Damrongrit Niammuad, mengatakan kerja sama antara Thailand dan Taiwan di bidang teknologi ruang angkasa dapat dibagi menjadi tiga bagian, yang pertama adalah mempelajari pengalaman dan informasi terkait pengembangan teknologi satelit Taiwan. GISTDA berharap dalam kurun waktu empat tahun ke depan, Thailand telah dapat meluncurkan satelit yang dibuat secara mandiri.
 
Yang kedua adalah pertukaran teknologi antara pelaku industri Taiwan dan Thailand, dan yang ketiga adalah pertukaran SDM profesional, untuk meningkatkan program pembinaan dan pertukaran tenaga profesional di bidang teknologi ruang angkasa.