:::

Yayasan Kraniofasial Noordhoff Taiwan Donasikan Peralatan kepada RSUPN Cipto Mangunkusumo

peralatan endoskopi nasofaring senilai US $23.000 ini, diharapkan dapat membantu pengobatan dan memulihkan kemampuan berbicara pasien bibir sumbing, serta penderita disfungsi velopharyngeal.

Taiwan Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia menjelaskan peralatan endoskopi nasofaring senilai US $23.000 ini, diharapkan dapat membantu pengobatan dan memulihkan kemampuan berbicara pasien bibir sumbing, serta penderita disfungsi velopharyngeal. (Foto oleh CNA)

 

Yayasan Kraniofasial Noordhoff Taiwan mendonasikan satu perangkat peralatan endoskopi nasofaring kepada Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, untuk membantu tindakan operasi terhadap penderita bibir sumbing, dan memulihkan kemampuan mereka untuk berbicara. Upacara penyerahan donasi telah dilaksanakan pada tanggal 24 Septmber 2019, bertempat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.
 
Taiwan Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia menjelaskan peralatan endoskopi nasofaring senilai US $23.000 ini, diharapkan dapat membantu pengobatan dan memulihkan kemampuan berbicara pasien bibir sumbing, serta penderita disfungsi velopharyngeal.
 
Indonesia adalah negara dengan jumlah penderita bibir sumbing terbesar keempat di dunia. Menurut data statistik, satu dari 600 bayi yang dilahirkan di Indonesia adalah bayi pengidap bibir sumbing, dengan total mencapai 9.000 orang bayi setiap tahun. Namun demikian, Indonesia hanya memiliki sekitar 200 orang ahli bedah bibir sumbing, dan angka tersebut masih belum mencukupi.   
 
Penyerahan donasi dari Yayasan Kraniofasial Noordhoff Taiwan ini merupakan upaya yang turut dilakukan oleh masyarakat untuk mendorong Kebijakan Baru Arah Selatan (New Southbound Policy, NSP), dan sejalan dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs), yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya penderita bibir sumbing di Indonesia.
 
Sejak tahun 2004, Yayasan Kraniofasial Noordhoff Taiwan telah bekerja sama dengan Indonesia Seed Medical Team untuk melakukan diagnosa terhadap pasien bibir sumbing, dan pelaksanaan berbagai program pelatihan untuk para tenaga medis. Hingga akhir bulan Agustus tahun ini, sebanyak 135 orang Indonesia dari latar belakang kurang mampu telah mendapatkan bantuan berupa tindakan operasi gratis, Selain itu, sebanyak 12 orang tenaga medis dari Indonesia Seed Medical Team telah menyelesaikan pelatihan di Chang Gung Memorial Hospital Taiwan. Setelah kembali ke Indonesia, mereka akan mengembangkan tim medis yang ada saat ini, untuk dapat melayani lebih banyak penderita bibir sumbing.