:::

Pengusaha Taiwan Kembangkan Sayuran Rendah Kalium

pada bulan Mei tahun ini, produk sayuran rendah kalium, seperti sawi putih ukuran kecil (pakcoy), sawi, bayam air, dan selada, sudah berhasil dipanen dan tersedia di pasar.

Sejak bulan Mei tahun ini, produk sayuran rendah kalium, seperti sawi putih ukuran kecil (pakcoy), sawi, bayam air, dan selada, sudah berhasil dipanen dan tersedia di pasar. (Foto oleh CNA)

 

Seorang apoteker bernama Huang Ming-fa berhasil mengembangkan sayuran rendah kalium, dan terpilih sebagai penerima “Penghargaan Inovasi UKM Taiwan” dari Kementerian Perekonomian (MOEA).  
 
Sebelumnya, Huang Ming-fa (usia 54 tahun) bekerja di bidang kedokteran estetika dan kosmetik. Sekitar tiga tahun yang lalu, ia kembali ke Tainan untuk menjenguk ibu mertua yang telah menjalani pengobatan cuci ginjal selama bertahun-tahun, dan melihat ketika hendak makan sayur, bagian batang dan daun harus dipisahkan dengan sangat teliti, diiris tipis, lalu digodok lebih dari tiga menit agar kandungan kalium dalam sayur bisa berkurang. Hal ini dilakukan karena konsumsi kalium yang berlebihan bisa mempengaruhi fungsi jantung sang ibu mertua.    
 
Sayuran yang diiris tipis dan digodok, tidak lagi memiliki tekstur renyah dan sudah kehilangan kandungan gizi, sehingga sebagian besar pasien gagal ginjal tidak suka makan sayuran hijau, yang pada akhirnya memberi dampak negatif terhadap asupan nutrisi mereka. Setelah melihat kendala yang dialami ibu mertuanya, Huang Ming-fa memutuskan untuk menempuh pendidikan doktor bidang patologi tanaman di National Chung Hsing University, demi menemukan jalan keluar bagi masalah tersebut.   
 
Ketika mengajukan topik penelitian, seorang profesor pernah menyarankan Huang Ming-fa untuk menyerah saja, karena pupuk yang digunakan untuk menyuburkan tanaman pasti mengandung nitrogen, fosfor dan kalium. Namun, Huang Ming-fa tidak menyerah, dan mengembangkan teknik penanaman rendah kalium yang dikombinasikan dengan metode hydroponic.
 
Dengan teknik penanaman rendah kalium tanpa pestisida tersebut, Huang Ming-fa akhirnya berhasil membudidayakan sayuran rendah kalium, dan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Pengujian dan Survei Tanah NCHU, sayuran yang dihasilkan dengan metode ini memiliki kandungan kalium 40% lebih rendah daripada sayuran hasil penanaman konvensional.    
 
Pada tahun 2017, Huang Ming-fa membentuk sebuah tim untuk berpartisipasi dalam perlombaan inovasi bioteknologi perusahaan startup yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan (MOE), dan berhasil meraih medali perunggu dan gelar “Juara Terfavorit” untuk kategori bioteknologi pertanian. Selain itu, Huang Ming-fa juga menerima subsidi dari Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (MOST), untuk memproduksi sayuran rendah kalium secara massal.
 
Tim yang dibentuk oleh Huang Ming-fa kemudian membangun fasilitas penanaman seluas 300 hektar di Kota Taichung, dan sejak bulan Mei tahun ini, produk sayuran rendah kalium, seperti sawi putih ukuran kecil (pakcoy), sawi, bayam air, dan selada, sudah berhasil dipanen dan tersedia di pasar.