:::

Presiden Tsai Dorong Kerja Sama Internasional, Jadikan Taiwan Sebagai Pusat Energi Hijau Asia

New Southbound Policy。Pemerintah telah menargetkan transformasi energi dapat dirampungkan pada tahun 2025, yaitu peningkatan produksi listrik dari energi hijau sebesar 20%. Selain itu, pemerintah juga sedang berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi instalasi pembangkit listrik tenaga angin di lepas pantai hingga 5,7 GW. (Foto oleh Kantor Istana Kepresidenan, ROC)
Pemerintah telah menargetkan transformasi energi dapat dirampungkan pada tahun 2025, yaitu peningkatan produksi listrik dari energi hijau sebesar 20%. Selain itu, pemerintah juga sedang berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi instalasi pembangkit listrik tenaga angin di lepas pantai hingga 5,7 GW. (Foto oleh Kantor Istana Kepresidenan, ROC)



Pada tanggal 15 Oktober 2020, Presiden Tsai Ing-wen menerima kunjungan eksekutif senior perusahaan pembangkit listrik tenaga angin, Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Eropa di Taiwan (EETO), Filip Grzegorzewski, dan diplomat negara-negara sahabat di Istana Kepresidenan.
 
Presiden Tsai berharap Taiwan dapat bekerja sama dengan perusahaan pembangkit listrik tenaga angin, dan operator sistem berpengalaman, untuk bersama-sama memasuki pasar Asia, dan menjadi bagian integral dalam rantai pasokan energi hijau dunia.   

Dalam pidatonya, Presiden Tsai mengatakan industri semikonduktor Taiwan memiliki klaster produksi kelas dunia, dan SEMI (Asosiasi Industri Semikonduktor Internasional) telah berperan sebagai penghubung yang membantu internasionalisasi perusahaan-perusahaan Taiwan. Saat ini adalah saat yang sangat krusial bagi Taiwan untuk sekuat tenaga mengembangkan industri energi hijau.
 
Pemerintah telah menargetkan transformasi energi dapat dirampungkan pada tahun 2025, yaitu peningkatan produksi listrik dari energi hijau sebesar 20%. Selain itu, pemerintah juga sedang berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi instalasi pembangkit listrik tenaga angin di lepas pantai hingga 5,7 GW.    
 
Presiden Tsai menjelaskan pada akhir tahun lalu, pembangunan kawasan pembangkit listrik tenaga angin pertama Taiwan telah selesai, dan pengoperasiannya sudah mulai dialihkan ke pihak industri. Pengalihan tersebut telah menarik kelompok pengusaha dari Jepang dan Korea untuk datang ke Taiwan, dan mempelajari kesuksesan Taiwan. Hal tersebut juga turut memperlihatkan bahwa Taiwan adalah pelopor di bidang pengembangan industri pembangkit listrik tenaga angin di Asia, dan sedang memposisikan diri sebagai pusat energi hijau Asia.    
 
Saat ini, Taiwan Power Company sedang membangun kawasan pembangkit listrik tenaga angin percontohan, yang menurut rencana akan selesai pada akhir tahun ini, dan masih ada proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga angin fase kedua di lokasi lain, termasuk Formosa 2 dan OWF Yunlin.  
 
Pemerintah juga sedang menyiapkan mekanisme untuk mengimplementasikan pengembangan kawasan tahap ketiga, untuk menghasilkan tenaga listrik sekitar 10 GW pada kurun waktu 2026 hingga 2035. Melalui proyek tersebut, pemerintah dapat mendirikan pembangkit listrik tenaga angin yang terlokalisasi, dengan permintaan pasar jangka panjang yang stabil, serta mendorong pembangunan berkelanjutan rantai pasokan domestik.    
 
“Saya yakin para hadirin sekalian sangat menaruh perhatian pada model pembangunan kawasan tahap ketiga ini. Saya menjamin bahwa pemerintah akan bertindak seefisien mungkin dalam menyiapkan mekanisme kerja sama yang lebih stabil, untuk memperkuat pembangunan bersama jangka panjang dengan semua mitra internasional,” Presiden Tsai menjelaskan.