:::

Sistem Ekonomi Sirkuler Good to Go & Homeapp123

Sung Yi-chen (kanan) dan Li Yi-he (kiri), mendesain konsep “Good to Go” mewujudkan impian keserasian antara manusia, pulau dan produk.

Sung Yi-chen (kanan) dan Li Yi-he (kiri), mendesain konsep “Good to Go” mewujudkan impian keserasian antara manusia, pulau dan produk.
 

Sistem ekonomi sirkuler yang menekankan pengembangan sumber daya alam secara berkesinambungan, mungkin bisa menjadi sebuah solusi dalam menghadapi keterbatasan sumber daya global secara keseluruhan. Jasa penyewaan wadah “Good to Go” dan platform jasa penyewaan peralatan listrik rumah tangga “Homeapp123”, mencoba merangkul semua ide baik, untuk menciptakan sebuah sistem model ekonomi yang inovatif, sehingga dapat mendekatkan masyarakat dengan sistem ekonomi sirkuler.

 

Seiring dengan menjamurnya usaha minuman kocok ala Taiwan, toko waralaba sejenis juga semakin mendunia. Peluang usaha yang diberikan oleh industri minuman kocok tersebut, juga menghasilkan sampah berupa 1,5 milyar gelas plastik setiap tahun. Untungnya, pencetus perusahaan “Last Longer Project” Sung Yi-chen dan Li Yi-he, mempromosikan usaha peminjaman wadah “Good to Go” yang menawarkan pilihan alternatif baru menggantikan wadah/gelas minuman sekali pakai.

 

Mode Rental “Painless”

Jika datang berkunjung ke distrik komersial di Jalan Zhengxing di Tainan, atau di kawasan sekitar Universitas Nasional Cheng Kung (NCKU), Anda bisa menemukan banyak toko yang memamerkan ragam jenis gelas minum dengan bentuk yang lucu dan unik, hanya dengan memindai kode QR, menjadikan “Good to Go” sebagai teman dalam aplikasi LINE, maka Anda dapat segera menikmati jasa peminjaman wadah. Caranya mudah, Anda cukup menunjukkan hasil foto jepretan, maka si pemilik toko akan memberikan sajian minuman dalam wadah gelas “Good to Go.” Usai menghabiskan minuman, Anda hanya perlu mengembalikan wadah gelas yang dipinjamkan kepada toko yang telah bekerja sama. Dan perusahaan “Good to Go” akan mengumpulkan kembali semua gelas yang telah dipakai, lalu diserahkan kepada perusahaan pembersih gelas untuk disterilisasi.

Masyarakat, tidak perlu membawa gelas ramah lingkungan, tidak perlu mencuci gelas, bahkan dapat turut serta dalam aksi melindungi lingkungan dengan cara yang mudah tanpa banyak mengubah gaya hidup sehari-hari. Proses pelayanan yang terlihat mudah ini, sebenarnya adalah hasil karya tim yang menghabiskan waktu lebih dari dua tahun, barulah bisa mendapatkan hasil seperti yang ada saat ini.

Pendiri, Sung Yi-chen dan Li Yi-he adalah teman sekelas di Fakultas Desain Industri, NCKU. Keduanya berkolaborasi dan membangun perusahaan “Last Longer” di tahun 2015, dengan berlandaskan pemikiran, “Selama sumber daya yang ada masih dapat dipergunakan, maka akan berupaya membantu mereka menemukan kehidupan keduanya. Semua barang yang diciptakan, tidak seharusnya langsung dibuang.”

Tahun 2017, mereka juga menggagaskan peluncuran “Proyek Zhengxing Cup” secara khusus bereksperimen dengan beragam jenis wadah “Good to Go” di kawasan komersial di jalan Zhengxing.

“Good to Go” telah melakukan ragam penelitian, dan berupaya memperbaiki kualitas mutu proses pelayanan, menghabiskan waktu satu tahun guna mendesain gelas yang benar-benar diinginkan, dengan turut mempertimbangkan daya tahan panas, mudah dibawa, mudah dibersihkan, sistem daur ulang jika gelas rusak dan lain sebagainya. Pada akhirnya, dipilih bahan polypropylene yang terlihat mulus mengkilap pada bagian luarnya, dengan menggunakan sistem tatanan gelas bertumpuk. Setelah dibersihkan oleh perusahaan pembersih gelas, proses berikutnya adalah pengontrolan kualitas, setelah pemindaian kode QR, setiap 10 gelas akan disatukan ke dalam tas kantong kedap air yang didesain oleh “Good to Go”. Toko penjaja minuman, cukup membuka bungkusannya dan menaruh bagian dasar gelas dengan mengarah ke atas, sehingga akan lebih memudahkan penggunaannya. Bagi masyarakat, gelas yang dipakai telah ditambah unsur desain, sedangkan tas kantong gelas dan sedotan ramah lingkungan yang kini tersedia di pasaran juga bisa digunakan. Dan setiap kali melakukan peminjaman dan pengembalian, maka masyarakat bisa mengumpulkan poin, yang kelak dapat digunakan untuk mendapatkan kupon diskon pembelian minuman.

 

Sekeping Hati Tulus
Satukan Kekuatan Semesta

Peminjaman gelas gratis, namun waktu pengembalian gelas paling lambat adalah tengah malam pada hari berikutnya. Jika ada yang telat mengembalikan, maka sistem akan memberikan pemberitahuan penghentian jasa pelayanan untuk sementara waktu melalui aplikasi LINE. Para pengguna “Good to Go” mayoritas adalah orang-orang yang memiliki pemahaman serupa, tentunya tidak akan dengan sengaja merusak proses sistem yang telah diberlakukan, sehingga sampai saat ini persentase gelas yang terbawa dan tidak dikembalikan sangat kecil.

Kegiatan perkumpulan juga menjadi salah satu rekam jejak keberadaan “Good to Go”, mulai dari konser Megaport Music Festival dan Wake Up Festival. Semua peralatan makan dan minum tersedia dengan lengkap oleh “Good to Go”, masyarakat cukup mendatangi kedai “Good to Go”, maka bisa menggunakannya sebagai alat makan di setiap kedai penjaja makanan, dan hal ini tentu turut mengurangi sampah alat makan sekali pakai.

Tahun lalu, “Good to Go” selain menawarkan pelayanan di berbagai perusahaan, juga mengembangkan mesin penerima gelas bekas otomatis, cukup hanya dengan memindai barcode, maka dapat memasukkan gelas bekas pakai ke dalam mesin, dan nantinya akan ada petugas yang mengambilnya, sehingga pelayanan ini semakin memudahkan para konsumen.

Meskipun kolaborasi yang kini tengah diusung, masih sebatas pengajuan, sistem “Good to Go” yang menawarkan solusi penanganan masalah perkakas makan sekali pakai, telah menarik minat banyak orang. Seperti Kuang Tien General Hospital, Biro Pelestarian Lingkungan Kabupaten Hsinchu dan Kota Tainan, telah menyatakan keinginan untuk melakukan kolaborasi. Sementara itu, untuk wilayah Tainan juga ada beberapa toko waralaba yang menyataan keinginannya untuk menjalin hubungan kerja sama, khususnya untuk bidang pemesanan minuman kopi. Hingga akhir tahun 2019, “Good to Go” telah berkontribusi mengurangi penggunaan 67 juta gelas sekali pakai.

 

Revitalisasi Peralatan Rumah Tangga Ciptakan Nilai Baru

Berkat inovasi warga Taiwan, untuk berbagai peralatan elektronik seperti mesin penghisap debu, mesin pembersih udara dan lainnya, kini dapat ditemukan jasa pelayanan penyewaan via daring.

Aplikasi “Homeapp123” adalah aplikasi penyewaan peralatan elektronik rumah tangga yang diluncurkan pada Januari 2018. Usai mendaftarkan diri, setiap anggota dapat mengunggah foto peralatan elektronik rumah tangganya, mengisi data informasi terkait dan “memajang barang yang ingin disewakan” di aplikasi tersebut.

Yang cukup menarik adalah, kedua pendiri aplikasi tersebut sama sekali tidak memiliki latar belakang teknologi informatika, tetapi mereka berhasil membangun aplikasi penyewaan peralatan elektronik itu hanya dengan tekad untuk sedikit lebih rajin bertindak dari orang lain.

Kembali ke tahun 2016, dua ibu rumah tangga, Judy Zhuang dan Michelle Kao, mengikuti kelas pelatihan keuangan “Financial Freedom” yang digelar oleh Perusahaan Richark, kemudian mereka memutuskan untuk melakukan penelitian terhadap aplikasi penyewaan peralatan elekronik rumah tangga. Mereka membawa mesin penyedot debu dan robot penyapu lantai untuk dipinjamkan kepada peserta secara gratis, dan melakukan analisis berkenaan dengan proses penyewaan yang dilakukan, termasuk kontrak penyewaan dan berbagai aspek mendetail lainnya yang harus diperhatikan, termasuk meminta anggota peserta yang mahir dalam membangun situs internet melalui sarana platform yang disediakan oleh Google, kemudian membentuk situs khusus. Tanpa diduga, ada penyewa peralatan yang sama sekali tak dikenal, yang lantas membuat mereka berdua menyadari adanya peluang usaha dalam hal ini, hingga akhirnya perusahaan “Homeapp123” secara resmi berdiri pada Juli 2017.

 

Peluang Usaha Penyewaan Tanpa Batas

Michelle Kao menyebutkan, awalnya diperkirakan hanya peralatan elektronik rumah tangga yang berharga mahal barulah ada yang ingin menyewanya, sehingga mereka mematok harga sewa yang terbagi menjadi: NT$ 500 untuk penyewaan dari hari Selasa hingga hari Jumat, sementara NT$ 700 untuk biaya sewa di hari Sabtu hingga hari Senin. Tak peduli jenis atau merek peralatan yang disewakan, biaya sewa hanya dibagi menjadi dua, yakni hari biasa dan hari libur. Namun pada kenyataannya, ditemukan beragam kebutuhan penyewaan yang diajukan oleh konsumen, bahkan ada yang bersedia menyewa dengan biaya sewa NT$ 500 untuk panci listrik dengan harga ribuan dolar.

Konsumen penyewa pada intinya terbagi atas tiga jenis, yang pertama adalah yang ingin menggunakan namun tidak ingin membeli, jenis yang lainnya adalah yang hanya ingin mencoba menggunakannya. Michelle Kao menjelaskan, apabila setiap orang bersedia menggunakan platform penyewaan tersebut untuk berbagi peralatan elektronik rumah tangga, hal ini tidak saja dapat menghidupkan tingkat produktivitas, tetapi juga akan mengurangi jumlah stok dan produksi peralatan elektronik rumah tangga. “Kami bukan meminta mereka untuk tidak membeli peralatan listrik, namun hendaknya berpikir masak-masak sebelum membeli,” tuturnya.

Penyewa jenis ketiga adalah para pelaku usaha, misalnya ada perusahaan yang hendak menghindari bau kimia usai renovasi, maka mereka menyewa 10 mesin pembersih ruangan, sehingga karyawannya memiliki lingkungan kerja yang nyaman. Atau pelaku industri perfilman yang menyewa perlengkapan elektronik yang mewah, yang digunakan sebagai bagian dari penataan ajang syuting. Aplikasi “Homeapp123” hingga kini juga sempat menerima permintaan penyewaan mesin perangkap nyamuk, kompor listrik dan lainnya, dengan jumlah setiap permintaan melebihi 10 buah. Michelle Kao menjelaskan aplikasi “Homeapp123” juga sering kali dianggap sebagai platform penjual peralatan elektronik rumah tangga, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa permintaan konsumen sangat beragam, sehingga tidak ada perusahaan yang mampu memanggul beban penyediaan stok barang yang sedemikian besar, yang mana sebenarnya penyetok barang serupa terbesar justru berasal dari masing-masing rumah tangga.

Aplikasi “Homeapp123” lebih condong kepada memberikan pemahaman akan hak penggunaan, dan bukan hak kepemilikan. Jasa pelayanan produk akan menjadi sebuah trend di masa depan, termasuk reparasi dan penggunaan ulang produk yang masih layak digunakan, semua ini menjadi bagian rujukan dalam mendesain sebuah produk ke depannya. Misalnya perusahaan Color Park International Group, yang mempromosikan sistem penyewaan lampu LED, di mana perusahaan akan menyediakan pelayanan reparasi secara reguler, yang mana hal ini dapat dilihat oleh konsumen sebagai salah satu jalan keluar untuk menghemat penggunaan sumber daya energi.

Kedua pendiri aplikasi “Homeapp123” pada awalnya hanyalah ibu rumah tangga yang hendak mendapatkan uang saku tambahan dengan menyewakan peralatan elektronik rumah tangga, tetapi tanpa diduga kini malah menjadi sebuah bisnis usaha. Oleh karena itu, janganlah meremehkan imajinasi yang terkesan bagai mimpi di siang bolong, jika dilakukan dengan sepenuh hati, impian tersebut akan memberikan hasil yang tak terduga. Dengan ikut serta berperan di dalam sistem ekonomi sirkuler, apa yang dapat dilakukan, terkadang melampaui apa yang dapat kita bayangkan.