:::

Presiden Tsai: Dorong Kerja Sama Pemerintah dengan Industri, Tingkatkan Daya Saing Taiwan di Era Pascawabah

New Southbound Policy。Baru-baru ini negara-negara industri besar menyampaikan harapan agar Taiwan dapat membantu mereka menyelesaikan  masalah kekurangan chip. Hal ini memperlihatkan bahwa kapasitas industri yang kita miliki, telah menempatkan Taiwan pada posisi penting dalam rantai pasokan global, khususnya dalam bidang komoditi strategis. (Foto oleh Kantor Istana Kepresidenan)
Baru-baru ini negara-negara industri besar menyampaikan harapan agar Taiwan dapat membantu mereka menyelesaikan masalah kekurangan chip. Hal ini memperlihatkan bahwa kapasitas industri yang kita miliki, telah menempatkan Taiwan pada posisi penting dalam rantai pasokan global, khususnya dalam bidang komoditi strategis. (Foto oleh Kantor Istana Kepresidenan)



Pada tanggal 2 Maret 2021, Presiden Tsai Ing-wen menerima kunjungan CEO dari 8 sektor industri besar, dan mengatakan bahwa Taiwan memproduksi beragam komoditi strategis, serta memiliki posisi penting dalam rantai industri global. Pemerintah akan terus mendorong inovasi dan peningkatan level perkembangan industri, menyempurnakan lingkungan investasi, dan memperdalam kerja sama perdagangan internasional dengan berbagai negara, agar di era pascawabah, Taiwan dapat memiliki daya saing yang semakin menonjol.

Presiden Tsai menjelaskan, “Baru-baru ini negara-negara industri besar menyampaikan harapan agar Taiwan dapat membantu mereka menyelesaikan  masalah kekurangan chip. Hal ini memperlihatkan bahwa kapasitas industri yang kita miliki, telah menempatkan Taiwan pada posisi penting dalam rantai pasokan global, khususnya dalam bidang komoditi strategis. Selain mempertahankan posisi yang sudah dicapai, kita juga berharap untuk menciptakan terobosan dalam tiga aspek.”    
 
Aspek yang pertama adalah mempercepat inovasi dan peningkatan level dalam perkembangan industri. Dalam pelaksanaan “Kebijakan 5+2”,  pemerintah secara bertahap telah merubah arah perkembangan industri yang sebelumnya didorong oleh “efisiensi” menjadi “inovasi”. Saat ini, industri mesin dan internet telah menjadi industri bernilai triliunan. “Kemampuan yang kita miliki di bidang teknologi informasi, juga telah berhasil menarik perusahaan kelas dunia, seperti Microsoft dan Google, untuk mendirikan pusat penelitian, maupun pusat inovasi di Taiwan. Hal tersebut dapat terjadi berkat kerja keras Taiwan dalam perlindungan hak kekayaan intelektual dan keamanan informasi, sehingga Taiwan dapat menjadi mitra kerja global yang terpercaya,” Presiden Tsai menjelaskan.       
 
Aspek yang kedua adalah menyempurnakan lingkungan investasi. Sebagai tindak lanjut atas perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, pemerintah telah meluncurkan “3 Proposal Investasi Taiwan”, dan telah mendorong kembalinya pengusaha Taiwan untuk berinvestasi di dalam negeri dalam jumlah terbesar dalam sejarah. Berbagai kebutuhan yang diajukan oleh para pengusaha tersebut, juga telah ditangani oleh pemerintah secara konkret, seperti penyediaan lahan, pembaruan kawasan industri, dan pembukaan kawasan industri baru di Taiwan bagian tengah dan selatan.   
 
Aspek ketiga adalah memperdalam kerja sama perdagangan internasional. Tahun lalu, Taiwan dan Amerika Serikat telah menyelenggarakan “Dialog Kemitraan untuk Kemakmuran Ekonomi Taiwan-AS”, dan menandatangani MOU yang menyatakan bahwa Taiwan-AS akan meningkatkan kerja sama di bidang rantai pasokan, teknologi 5G dan keamanan informasi, iptek, serta infrastruktur. Selain itu, dalam pelaksanaan Kebijakan Baru Arah Selatan (New Southbound Policy, NSP), Taiwan telah menyelenggarakan forum online tentang rantai pasokan dengan 6 negara mitra, yang diikuti oleh hampir 700 perusahaan.  
 
Presiden Tsai menekankan, “Dalam persaingan global di era pasca wabah, Taiwan harus semakin menonjol, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dengan sektor industri. Saya mengundang Anda sekalian untuk tidak sungkan memberikan masukan dan saran kepada pemerintah.”