New Southbound Policy Portal

Taipei Economic Trade Office (TETO) Indonesia pada 8 Oktober 2017 mewakili Kementerian Pendidikan (MOE) menandatangani nota kesepakatan dengan Universitas Bina Nusantara untuk membuka “Pusat Riset Taiwan” (Taiwan Research Center). Ini adalah Pusat Riset Taiwan pertama di Indonesia dan bertujuan untuk menjembatani kerja sama bilateral dan pertukaran di bidang pendidikan tinggi.
Kepala TETO John Chen bersama CEO Universitas Bina Nusantara Bernard Gunawan serta para pimpinan universitas menghadiri acara penandatanganan nota kesepakatan ini.
John Chen menerangkan, tujuan kerja sama ini adalah untuk mendirikan Pusat Riset Taiwan di Indonesia yang merupakan program kerja sama penelitian perdana antara Taiwan dan insititusi pendidikan tinggi di Indonesia. Ia berharap agar melalui program ini, hubungan pertukaran dan kerja sama akademik antara Taiwan dan Indonesia menjadi semakin erat.
John Chen lebih lanjut menjelaskan, "Semakin memahami Taiwan, anda akan semakin menyukai Taiwan", program ini akan mendorong semakin banyak akademisi Indonesia untuk meneliti budaya, ekonomi, perkembangan sosial, politik dan masyarakat Taiwan, sehingga dapat memperkuat dan membina persahabatan antara akademisi dan kaum intelektual muda dari kedua belah pihak.
Bernard Gunawan dalam keterangannya mengatakan, ini adalah momen awal kerja sama yang sangat penting antara Universitas Bina Nusantara dengan institusi pendidikan tinggi Taiwan. Universitas Bina Nusantara telah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas di Taiwan, dan penandatanganan nota kesepakatan ini akan semakin mendorong dan memperdalam kerja sama dengan universitas-universitas di Taiwan.
Bernard berharap agar mahasiswa Universitas Bina Nusantara dapat melanjutkan pendidikan ke Taiwan dan mahasiswa Taiwan juga dapat datang untuk belajar ke Universitas Bina Nusantara, contohnya dengan pembentukan program studi "Double Degree" untuk memperkuat hubungan pertukaran.
Menurut Bernard, nota kesepakatan ini dapat membantu mendorong "Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru" yang sedang diimplementasikan oleh Taiwan. Pertukaran pelajar, dosen dan budaya antara Taiwan dan Indonesia akan memperkokoh hubungan keduap pihak.
Pusat Riset Taiwan mendapatkan subsidi dari MOE, program kerja sama ini mencakup pembukaan beberapa mata kuliah dan penelitian tentang Taiwan, kunjungan dosen dan mahasiswa, penerbitan berbagai publikasi penelitian tentang Taiwan, dan kerja sama akademik lainnya. Universitas Bina Nusantara juga memiliki banyak dosen yang merupakan lulusan dari universitas di Taiwan.