New Southbound Policy Portal

Microsoft Dirikan "Pusat R&D Kecerdasan Buatan" di Taiwan

7

 

Perdana Menteri William Lai menghadiri "Konferensi Pers Peresmian Pusat Riset dan Pengembangan AI Microsoft Taiwan" pada tanggal 10 Januari 2017. Dalam sambutannya PM Lai mengatakan, pendirian Pusat Riset dan Pengembangan ini memiliki makna yang sangat besar, karena hal ini menandakan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) Taiwan telah mendapatkan dukungan dan pengakuan internasional. PM Lai berharap agar Microsoft dan kementerian terkait dapat bekerja sama untuk mengembangkan industri kecerdasan buatan secara menyeluruh.
 

PM Lai menjelaskan, salah satu kebijakan penting pemerintah adalah mendorong pengembangan industri kecerdasan buatan, dan "Smart Country" merupakan salah satu dari 5 arah pembangunan bangsa. Kementerian Ekonomi (MOEA) serta Kementerian Sains dan Teknologi (MOST) turut mendorong industri kecerdasan buatan dengan membentuk platform, mendirikan basis pengembangan dan riset, serta mengeluarkan "Semiconductor Moonshot Project". Untuk membina lingkungan pembangunan kecerdasan buatan yang inovatif, pemerintah akan menganggarkan NT $16 milyar untuk periode 5 tahun ke depan, rencana ini telah mendapat dukungan penuh dari sektor industri, pemerintah dan akademis.
 

Dalam 10 tahun terakhir, Taiwan telah memiliki fondasi yang teguh di sektor teknik, semikonduktor, serta informasi dan telekomunikasi. PM lai mengatakan, "Hari ini ditambah dengan dukungan dari Microsoft, saya harap dapat berlanjut kepada industri yang semakin terintegrasi dengan kecerdasan buatan".
 

Dalam World Economic Forum (WEF) tahun 2016 dipaparkan bahwa kecerdasan buatan adalah elemen terpenting, di masa yang akan datang berbagai sektor industri dapat mengembangkan diri, meningkatkan profit dan daya saing melalui kecerdasan buatan. Dalam forum tersebut juga disebutkan, pada tahun 2030 nilai output kecerdasan buatan dapat mencapai US $3 triliun (NT $100 triliun).
 

PM Lai lebih lanjut menjelaskan, kecerdasan buatan dapat mendorong pengembangan industri dan meningkatkan daya saing, serta meningkatkan kualitas hidup manusia. Contohnya dapat mendorong penggunaan kendaraan tanpa pengemudi menjadi semakin luas, sehingga dapat mengatasi masalah mengemudi dalam keadaan mabuk atau perilaku berkendara yang tidak baik; juga dapat mendorong pengembangan transportasi umum ramah lingkungan untuk mengurangi pencemaran udara; selain itu, penggunaan kecerdasan buatan juga diharapkan dapat digunakan untuk meminimalkan dampak bencana badai topan dan gempa bumi.