New Southbound Policy Portal

Uni Eropa Dukung Taiwan Gabung WHA, Utamakan Kepentingan Dunia

7

 

WHA tahun ini akan diselenggarakan pada 21 Mei 2018 di Jenewa, Swiss. Namun, sampai hari ini Taiwan masih belum menerima undangan. Kepala American Institute in Taiwan (AIT) kantor Taipei, Kin W Moy, pada 23 April 2018 mengatakan Amerika mendukung Taiwan untuk memberikan kontribusi kepada komunitas internasional, dan juga partisipasi Taiwan sebagai pengamat dalam WHA.
 

Juru bicara kantor Uni Eropa hari ini juga mengirimkan email balasan kepada CNA (Central News Agency) dan mengatakan Uni Eropa mendukung partisipasi Taiwan dalam WHO dan pertemuan-pertemuan teknis lainnya.
 

Uni Eropa menyatakan mengenai hal-hal yang sesuai dengan kebijakan satu Tiongkok dan tujuan kebijakan Uni Eropa, Uni Eropa berharap semua pihak dapat bersikap pragmatis untuk memberikan solusi terhadap partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional, termasuk partisipasi dalam WHO dan pertemuan-pertemuan teknis di bawahnya. Partisipasi Taiwan seharusnya mendapat sambutan, karena hal ini berkenaan dengan kepentingan Uni Eropa dan masyarakat internasional di seluruh dunia.
 

Di WHO, status Uni Eropa bukan anggota tetapi sebagai pengamat. Mengenai partisipasi Taiwan dalam WHA, Uni Eropa bersama mitra kerja sama terkait, terutama mitra yang memiliki pemikiran serupa (like-minded), berupaya untuk menemukan solusi agar Taiwan dapat diikutsertakan dalam pertemuan-pertemuan yang bersifat teknis dan profesional.
 

Tahun lalu ketika diputuskan bahwa Taiwan tidak menerima undangan, Uni Eropa pernah menjelaskan agar partisipasi Taiwan dalam pertemuan internasional diselesaikan dengan langkah-langkah pragmatis. Tahun ini, sebelum periode pendaftaran ditutup, Uni Eropa menyuarakan dukungannya kepada Taiwan, serta menegaskan bahwa keikutsertaan Taiwan adalah untuk kepentingan Uni Eropa dan komunitas internasional.
 

"Kebijakan satu Tiongkok" Uni Eropa dan, "Prinsip satu Tiongkok" yang dianut Tiongkok adalah dua hal yang berbeda. Uni Eropa memiliki hubungan erat dengan Taiwan dalam berbagai hal non politis, seperti perdagangan, iptek, pendidikan, kebudayaan dan bidang-bidang lainnya.
 

Dalam kebijakan lintas selat, Uni Eropa mendukung agar perbedaan dan permasalahan yang ada dapat diselesaikan secara damai. Uni Eropa menolak penggunaan segala bentuk kekerasan dan ancaman untuk menyelesaikan masalah, pihak-pihak yang terkait dalam masalah lintas selat harus mengadakan dialog konstruktif, dan solusi yang dihasilkan harus dapat diterima oleh kedua belah pihak, serta menghormati keinginan masyarakat Taiwan.