New Southbound Policy Portal
Sekretaris Jenderal RSF, Cristophe Deloire menyerukan kepada PBB untuk mengakui itikad baik semua jurnalis, tanpa memandang kewarganegaraan atau lokasi media tempat mereka bekerja. (Foto oleh RSF)
Organisasi Wartawan Tanpa Batas (Reporters Without Borders, RSF) mendesak PBB untuk mengizinkan jurnalis Taiwan meliput kegiatan dan pertemuan yang berlangsung di lingkungan PBB, khususnya Sidang Umum PBB ke-73 yang telah dimulai pada tanggal 18 September 2018 di New York, dan pertemuan Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa, Swiss pada musim semi tahun depan. Beberapa tahun terakhir ini PBB tunduk pada tekanan Tiongkok untuk menolak pengajuan izin pers dari jurnalis berkewarganegaraan Taiwan dengan dalih bahwa paspor Taiwan tidak diakui.
Sekretaris Jenderal RSF, Cristophe Deloire mengatakan, "Pemberian izin kepada jurnalis Taiwan untuk meliput bukan merupakan tindakan politis, hal ini sangat penting dilakukan untuk menghindari tindak diskriminasi yang bertentangan dengan hak-hak fundamental mengenai kebebasan informasi yang tertuang dalam Artikel 19 Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia." Cristophe Deloire menyerukan kepada PBB untuk mengakui itikad baik semua jurnalis, tanpa memandang kewarganegaraan atau lokasi media tempat mereka bekerja.
Dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia tahun 2018 yang dikeluarkan oleh RSF, Taiwan menduduki peringkat ke-42 dari 180 negara, dan menempati peringkat pertama di kawasan Asia.