New Southbound Policy Portal

Presiden Lai Ching-te Paparkan Strategi Nasional mengenai Hubungan Taiwan-AS, Semikonduktor, dan Hubungan Lintas Selat

Presiden Lai Ching-te mengadakan rapat tingkat tinggi Keamanan Nasional, Jumat, 14 Februari 2025. Seusai rapat, Presiden Lai mengumumkan bahwa di tahun yang baru ini, pemerintah akan memprioritaskan alokasi anggaran khusus untuk memastikan anggaran pertahanan mencapai lebih dari 3% dari PDB.
 
Selain itu, pemerintah akan terus mendorong tiga pekerjaan utama, yaitu reformasi pertahanan, reformasi sistem hukum keamanan nasional, serta strategi ekonomi global dengan prinsip “Berakar di Taiwan, Menjangkau Pasar Global”. Ia juga mengajukan strategi nasional dalam tiga aspek utama, yaitu hubungan Taiwan-AS, perkembangan industri semikonduktor, dan hubungan lintas selat.
 
Presiden Lai menyampaikan bahwa ia telah menginstruksikan tim keamanan nasional dan jajaran kabinet untuk segera mengambil tindakan berdasarkan kebijakan dan arah kerja yang telah ditetapkan, guna mencapai hasil nyata. Selain itu, mereka harus terus memantau perubahan situasi internasional, mengambil langkah strategis lebih awal, serta memberikan respons konkret terhadap aspirasi dan harapan rakyat.
 
Presiden Lai berharap masyarakat Taiwan tetap teguh dalam keyakinan, menjaga persatuan, dan menjaga kestabilan di tengah ketidakpastian global, serta menemukan cara untuk mengatasi tantangan. Ia yakin bahwa Taiwan akan mampu mengatasi berbagai kesulitan dan kembali lulus ujian zaman.
 
Saat ini, dunia demokrasi menghadapi ancaman dari kelompok otoriter yang semakin bersatu. Praktik dumping kelebihan kapasitas produksi oleh Tiongkok serta persaingan tidak adil telah mengganggu tatanan ekonomi global. Dengan terbentuknya pemerintahan baru di Amerika Serikat, strategi dan kebijakan yang diambil untuk menghadapi tantangan internal dan eksternal akan sangat berbeda dari sebelumnya. Seluruh negara di dunia, termasuk Taiwan, tengah menghadapi fase baru perubahan dan tantangan global.
 
 
Presiden Lai memaparkan bahwa di tahun yang baru ini, ada tiga pekerjaan utama yang akan diprioritaskan.
 
1. Reformasi Pertahanan dan Peningkatan Anggaran
Untuk menunjukkan tekad dalam melindungi negara, pemerintah akan terus mendorong reformasi pertahanan dan meningkatkan ketahanan pertahanan seluruh masyarakat. Pemerintah akan memprioritaskan penganggaran khusus agar anggaran pertahanan dapat mencapai lebih dari 3% PDB.
 
2. Penguatan Keamanan Nasional dan Perlindungan dari Ancaman Tiongkok
Untuk mencegah infiltrasi, upaya penyusupan, dan perang kognitif yang dilakukan oleh Tiongkok terhadap keamanan nasional Taiwan, pemerintah akan terus melakukan reformasi sistem hukum keamanan nasional. Langkah-langkah ini mencakup perluasan jaringan keamanan nasional guna memperkuat daya tahan sosial dan meningkatkan solidaritas internal.
 
3. Strategi Ekonomi Global dan Penguatan Rantai Pasok Demokratis
Untuk memanfaatkan peluang dari restrukturisasi rantai pasok global dan rekonstruksi tatanan ekonomi dunia, Taiwan akan terus menerapkan strategi ekonomi "Berakar di Taiwan, Menjangkau Pasar Global". Strategi ini meliputi peningkatan perlindungan teknologi tinggi dan kerja sama dengan negara-negara mitra demokrasi untuk membangun rantai pasok global yang aman dan stabil.
 
Selanjutnya, Presiden Lai menyampaikan Tiga Strategi Nasional dalam isu-isu penting yang menjadi perhatian bersama.
 
1. Hubungan Taiwan-AS
Dalam hubungan Taiwan-AS, Taiwan dan Amerika Serikat memiliki nilai serta prinsip yang sama, dan merupakan mitra kuar dalam aliansi demokrasi. Taiwan sangat menghargai dukungan berkelanjutan dari pemerintahan Preiden Donald Trump, terutama dalam Pernyataan Bersama Pemimpin AS-Jepang yang menegaskan bahwa "Menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat penting bagi keamanan dan kesejahteraan komunitas internasional." Pernyataan tersebut juga menunjukkan keprihatinan yang mengenai ancaman Tiongkok terhadap keamanan regional.
 
2. Perkembangan Industri Semikonduktor
Taiwan adalah negara terdepan dalam industri semikonduktor dunia dan memiliki kapasitas serta komitmen untuk menghadapi tantangan baru di sektor ini. Melihat perhatian Presiden Trump terhadap industri semikonduktor Taiwan, pemerintah akan menyikapi dengan bijaksana, meningkatkan komunikasi dengan AS, dan meningkatkan pemahaman serta kerja sama bilateral.
 
3. Hubungan Lintas Selat
Dalam dinamika kawasan dan hubungan lintas selat, interaksi antara Taiwan-AS, AS-Tiongkok, serta Taiwan-AS-Tiongkok menjadi sorotan utama dunia. Sebagai anggota komunitas demokrasi internasional dan regional yang bertanggung jawab, Taiwan berharap agar hubungan Taiwan-AS terus meningkat dan mampu membentuk siklus positif dalam hubungan AS-Tiongkok, bukan sekadar permainan zero-sum di mana satu pihak menang dan yang lain kalah.
 
Menghadapi Tiongkok, Taiwan akan selalu menjadi pihak yang bertanggung jawab. Kita tidak akan bersikap rendah diri maupun arogan, melainkan tetap tangguh dan tenang. Dalam hubungan lintas selat, kita teguh pada prinsip yang konsisten:
 
1. Tekad untuk mempertahankan kedaulatan negara serta melindungi cara hidup yang demokratis dan bebas tetap tidak berubah.
 
2. Komitmen untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta keinginan untuk bekerja sama dengan Tiongkok demi mencapai perdamaian dan kemakmuran bersama, tetap tidak berubah.
 
3. Dengan menjunjung prinsip kesetaraan dan martabat, kita akan mendorong pertukaran lintas selat yang sehat dan teratur, mengganti konfrontasi dengan dialog, serta berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat di kedua sisi selat.