New Southbound Policy Portal
Merayakan 49 tahun kerja sama pertanian antara Taiwan dan Indonesia, Tim Teknis Profesional Taiwan dari International Cooperation and Development Fund (ICDF) menggelar acara bertajuk “Mewarisi dan Melanjutkan - Babak Baru Kerja Sama Teknis di Indonesia”, Kamis, 27 November 2025.
Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPR Indonesia, pejabat dari Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian RI, perwakilan pemerintah daerah, serta mitra-mitra kerja lainnya.
Dalam kegiatan ini, para hadirin bersama-sama meninjau pencapaian hasil kerja sama bilateral selama hampir setengah abad, dan menyaksikan pemaparan prestasi dari Program Pendampingan Produksi-Pemasaran Bawang Putih dan Bawang Merah di Sumatra Utara, serta Program Penguatan Sistem Pemasaran Sayur-Buah di Karawang, yang menunjukkan pendalaman dan keberlanjutan kerja sama pertanian Taiwan-Indonesia.
Dalam sambutannya, Kepala TETO di Indonesia, Bruce Hung, menyampaikan bahwa sejalan dengan kebijakan swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Taiwan akan meluncurkan dua proyek kerja sama baru pada tahun 2026. Proyek tersebut berlokasi di Sulawesi Selatan dan Jawa Barat, dengan fokus pada produksi benih jagung dan penguatan sistem produksi dan pemasaran sayuran.
Bruce Hung menegaskan bahwa Taiwan berkomitmen untuk terus memperdalam kerja sama dengan Indonesia di bidang pertanian, teknologi, pendidikan, dan pengembangan SDM, serta menjadi mitra terpercaya yang turut mendukung pembangunan berkelanjutan sebagai anggota komunitas internasional yang aktif dan bertanggung jawab.
Dalam sesi kuliah umum, Prof. Dr. Yunus dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) memaparkan materi bertema “Mewarisi dan Melanjutkan — Dampak Kerja Sama UNHAS dan ICDF Taiwan di Sulawesi Selatan”. Ia mengulas hasil program benih padi yang telah lama dijalankan, sekaligus memperkenalkan proyek kerja sama benih jagung yang akan segera dimulai, menandai dimulainya fase baru hubungan kerja sama pertanian kedua pihak.
Wakil Sekretaris Jenderal ICDF, Hsieh Pei-fen, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi kesempatan untuk meninjau kontribusi teknis Taiwan selama hampir 50 tahun di Indonesia, tetapi juga menunjukkan peran ICDF dalam membantu negara-negara sahabat menghadapi tantangan perubahan iklim dan transformasi pertanian global.
ICDF akan terus mengedepankan prinsip “kerja sama profesional dan pemberdayaan lokal” dalam mewujudkan semangat Prosperity Partnership Policy yang dicanangkan Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung.