New Southbound Policy Portal

Program Duta Muda Pertanian NSP 2025 Lakukan Kunjungan Perdana ke Australia, Perluas Wawasan Global, Buka Peluang Baru Kerja Sama Pertanian Taiwan–Australia

Kementerian Pertanian (MOA), bersama Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan), tahun ini kembali menyelenggarakan Program Duta Muda Pertanian Kebijakan Baru Arah Selatan (New Southbound Policy, NSP) yang telah memasuki edisi keenam.
 
Sebanyak 16 pemuda dan mahasiswa berprestasi di bidang pertanian terpilih sebagai anggota delegasi dan untuk pertama kalinya melakukan kunjungan studi ke Australia. Rombongan duta muda tiba di Melbourne pada 23 November untuk memulai rangkaian kegiatan selama delapan hari.
 
Tahun ini, program tersebut untuk pertama kalinya menggabungkan unsur “diplomasi penduduk asli” dan “diplomasi pertanian”, mencerminkan komitmen Taiwan dalam mendorong konsep “Diplomasi Komprehensif”. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat hubungan dan pertukaran pertanian antara Taiwan dan Australia, tetapi juga memperluas wawasan internasional para duta muda melalui interaksi budaya yang beragam.
 
Kementerian Pertanian (MOA) mejelaskan bahwa selama kunjungan, para anggota delegasi mengadakan pertemuan dengan Booln Booln Cultural Centre yang menampilkan budaya pertanian penduduk asli Australia, mengunjungi kebun buah yang menerapkan metode pertanian alami, lahan pertanian organik, pabrik pengolahan produk keju, serta melakukan kunjungan resmi ke Parlemen Queensland dan Departemen Pertanian negara bagian tersebut.
 
Dalam kunjungan ini mereka juga berdiskusi dengan sektor publik dan swasta Australia terkait penelitian dan penerapan teknologi pertanian, keberlanjutan sumber daya pertanian, serta peluang investasi di Australia.
 
Australia, yang tengah menghadapi tantangan penuaan tenaga kerja pertanian, kekurangan tenaga kerja, serta iklim ekstrem, aktif mengembangkan peluang baru melalui pertanian cerdas, peningkatan industri, dan penguatan rantai pasok, membuka ruang kerja sama baru bagi Taiwan dalam transfer teknologi dan pengembangan SDM.
 
Para peserta juga mengikuti upacara pengasapan tradisional yang menjadi simbol kuat keterhubungan antara budaya penduduk asli dan alam. Melalui pengalaman ini, peserta merasakan secara langsung komitmen pemerintah Australia dalam menghormati dan melestarikan budaya penduduk asli.
 
Dalam sesi pertukaran, diketahui bahwa pengembangan pertanian organik di Australia menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan tenaga kerja dan fluktuasi harga pasar yang berdampak pada keberlanjutan usaha. Australia juga terus mendorong masuknya investasi asing dan operator baru untuk memperkuat industri.
 
Selain itu, industri peternakan sapi perah yang maju tetap melakukan inovasi produk untuk berekspansi ke pasar luar negeri. Temuan-temuan ini memberikan inspirasi bagi para peserta mengenai strategi pertanian Australia yang proaktif dan visioner dalam menghadapi tantangan pada sektor tersebut.