New Southbound Policy Portal

Presiden Lai Sampaikan Pidato Tahun Baru 2026

Presiden Lai Ching-te menyampaikan Pidato Tahun Baru 2026 bertema “Pulau Ketangguhan – Cahaya Harapan” di Aula Resepsi Istana Kepresidenan, Kamis, 1 Januari 2026. Presiden Lai menyampaikan bahwa Taiwan menghadapi serangkaian tantangan sepanjang tahun lalu, namun berhasil mengatasinya satu per satu, tanpa pernah ragu meski dihadapkan pada dinamika internasional yang bergejolak maupun menutup diri akibat turbulensi politik domestik.
 
Presiden Lai menegaskan bahwa seluruh capaian besar tersebut merupakan milik bersama seluruh rakyat Taiwan. Menatap tahun baru, pemerintah akan terus mengupayakan empat tujuan utama: membangun Taiwan yang lebih aman dan tangguh, melangkah menuju Taiwan yang cerdas dan sejahtera, mewujudkan pembangunan yang semakin seimbang di seluruh wilayah Taiwan, serta memajukan persatuan demokratis di seluruh negeri.
 
Sepanjang setahun terakhir, dunia dilanda berbagai gejolak, mulai dari pergeseran tatanan ekonomi global, meningkatnya konflik internasional, hingga menguatnya ambisi ekspansionis Tiongkok. Taiwan juga mengalami bencana alam serta sejumlah insiden sosial yang memilukan. Seluruh peristiwa tersebut menguji ketangguhan sosial, kewaspadaan krisis, dan persatuan masyarakat.
 
Di bidang ekonomi, laju pertumbuhan Taiwan mencapai level tertinggi dalam 15 tahun dan diproyeksikan menembus 7,37 persen. Indeks Saham Taiwan mencetak rekor baru di tengah perubahan lingkungan ekonomi global. Tingkat pengangguran rata-rata berada di sekitar 3 persen, dengan kondisi ketenagakerjaan berada pada titik terbaik dalam 25 tahun terakhir.
 
Menghadapi meningkatnya ambisi ekspansionis Tiongkok, komunitas internasional mencermati apakah rakyat Taiwan memiliki tekad untuk mempertahankan diri. Presiden Lai menegaskan sikapnya yang konsisten, yaitu mempertahankan kedaulatan nasional secara teguh, memperkuat pertahanan nasional, meningkatkan pertahanan dan ketangguhan seluruh lapisan masyarakat, serta membangun secara menyeluruh mekanisme penangkal dan pertahanan demokratis yang kokoh.
 
Di saat yang sama, dukungan internasional terhadap Taiwan tidak pernah surut. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, serta negara-negara Uni Eropa telah menyatakan dukungan untuk Taiwan dan bagi perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan. Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan penjualan alutsista terbesar sepanjang sejarah kepada Taiwan dan menegaskan pentingnya Taiwan dalam Strategi Keamanan Nasionalnya. Hal ini menunjukkan bahwa Taiwan tidak hanya tak tergantikan, tetapi juga merupakan mitra yang tepercaya dan bertanggung jawab, serta kekuatan positif bagi komunitas internasional.