New Southbound Policy Portal

Menteri Perekonomian Kung Ming-hsin Pimpin Delegasi ke San Francisco, Dorong Kerja Sama Inovasi Riset dan Teknologi Taiwan-AS,

Menteri Perekonomian Kung Ming-hsin memimpin delegasi berkunjung ke San Francisco, Amerika Serikat, Jumat, 23 Januari 2026. Dalam rangkaian agenda kunjungan tersebut, Kung Ming-hsin menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Industrial Technology Research Institute (ITRI) dan Stanford Robotics Center (SRC), serta perjanjian tahap terbaru program rintisan TREE (Taiwan Research Institute Entrepreneur Ecosystem Program) dengan Fakultas Teknik Universitas Stanford.
 
Selain itu, Kung Ming-hsin beserta delegasi juga melakukan kunjungan ke kantor pusat perusahaan pemimpin global di bidang automasi desain elektronik (EDA), Cadence, di Silicon Valley, serta bertemu dengan unicorn rintisan (startup) antariksa AS, Apex, untuk memperdalam kerja sama di bidang inovasi riset, pengembangan talenta, dan keterhubungan ekosistem rintisan.
 
Kung Ming-hsin menegaskan bahwa pemerintah mendorong program “10 Proyek Pembangunan AI Baru”, di mana robotika cerdas menjadi penggerak utama penerapan AI secara nyata. Melalui integrasi sumber daya pemerintah dengan jejaring industri, akademisi, dan lembaga riset, program ini bertujuan meningkatkan visibilitas riset dan pengembangan (R&D) startup serta perusahaan Taiwan.
 
Kerja sama internasional dengan Stanford kali ini dibangun di atas fondasi industri domestik yang kuat, dengan memanfaatkan lokasi percontohan dan aliansi internasional untuk menciptakan penguatan dua arah, sehingga mempercepat ekspansi industri robotika cerdas Taiwan ke pasar global serta mendorong transformasi industri dan peningkatan daya saing.
 
Pada hari yang sama, Kung Ming-hsin juga menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama tahap terbaru Program TREE antara ITRI dan Center for Global Online Entrepreneurship Education (CGOE), Fakultas Teknik Universitas Stanford.

Kung Ming-hsin menyatakan bahwa keterhubungan langsung dengan sumber pendanaan dan mentor dari universitas terkemuka dunia akan membantu startup Taiwan terintegrasi dengan pasar internasional, memperoleh pendanaan secara lebih lancar, serta membuka peluang bisnis global. Ia berharap semakin banyak startup Taiwan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut di masa mendatang.