Demi mencegah penyebaran virus korona Wuhan (Covid-19), pada tanggal 26 Februari 2020, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) mengumumkan pengontrolan terhadap arus masuk dan keluar area rumah sakit, pencatatan dan pembatasan jumlah pengunjung yang datang untuk membesuk pasien, serta ketentuan yang harus ditaati oleh karyawan alih daya (karyawan outsourcing).
Sehubungan dengan hari libur nasional untuk memperingati Peristiwa 228 yang jatuh pada tanggal 28 Februari 2020, maka Portal Kebijakan Baru Arah Selatan (New Southbound Policy Portal) bahasa Indonesia akan menghentikan sementara pemutakhiran konten berita, dan kembali beroperasi pada tanggal 2 Maret 2020.
Untuk memudahkan para orang tua membeli masker anak-anak, Kepala Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chen Shih-chung, mengumumkan bahwa mulai hari Kamis, 27 Februari 2020, pembatasan pembelian masker anak berdasarkan nomor kartu NHI ganjil-genap dicabut.
Kepala Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chen Shih-chung, mengatakan tingkat penyebaran virus korona Wuhan (Covid-19) di Korea Selatan sudah memasuki tahap penyebaran komunitas (community spread). Berkenaan dengan situasi tersebut, pemerintah telah mengeluarkan peringatan perjalanan level 3, dan mengingatkan masyarakat untuk tidak mengunjungi Korea Selatan. Mulai 27 Februari semua penumpang penerbangan dari Korea Selatan yang memasuki Taiwan harus menjalani karantina rumah selama 14 hari.
Kepala Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chen Shih-chung, mengumumkan 3 kasus baru pasien positif terinfeksi virus korona Wuhan (Covid-19), yaitu anggota keluarga (istri, anak kedua dan cucu) dari pasien berusia 80 tahun yang dinyatakan positif terinfeksi pada tanggal 23 Februari lalu.
Kepala Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chen Shih-chung, mengatakan dalam upaya mengatasi penyebaran virus korona Wuhan (Covid-19), serta mempertimbangkan jumlah dan kapasitas tenaga medis nasional, maka mulai minggu depan tenaga medis tidak diperbolehkan untuk keluar negeri, kecuali memperoleh izin.
Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) mengumumkan data statistik mengenai laporan kasus radang paru-paru saat ini mencapai 2.035 laporan. Dari 2.035 kasus tersebut, 28 orang di antaranya dinyatakan positif terinfeksi virus korona Wuhan (Covid-19), 1935 orang dinyatakan negatif. Sedangkan sisanya yang masih berada dalam karantina, 54 orang dinyatakan negatif, 18 orang masih dalam pemantauan, dan 5 orang sudah dinyatakan sembuh.
Saat ini dunia sedang menghadapi ancaman wabah pneumonia Wuhan dan semua negara harus meningkatkan kewaspadaan. Para peneliti dan pihak medis pun berlomba-lomba untuk mencari obat penawar virus tersebut. Tim nasional anti-epidemik industri bioteknologi Taiwan pun dengan cepat terbentuk, dan masyarakat sangat menantikan apakah tim ini mampu membuat terobosan dan menjadi perhatian dunia. Berdasarkan pengalaman terkait SARS sebelumnya, Taiwan berada di garis depan dalam kegiatan pengembangan vaksin
Pada Hari Kamis, 20 Februari dengan izin dari Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Kementerian Pendidikan Taiwan (MOE) mengumumkan standar penangguhan kegiatan belajar mengajar apabila terjadi kasus pneumonia Wuhan. Kegiatan kelas dan sekolah akan ditangguhkan selama 14 hari untuk mencari sumber penularan kasus koronavirus yang terkonfirmasi.