
Kementerian Pendidikan (MOE) secara aktif berupaya untuk meningkatkan hubungan kerja sama di bidang pendidikan tinggi dan terus mendorong minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di Taiwan. Setelah Taiwan Education Center (TEC) yang pertama dibuka di UKRIDA Jakarta, kini kantor TEC yang ke dua telah dibuka dan diresmikan pada September 2017 di Surabaya yang merupakan hasil kerja sama dengan Asia University Taiwan.
TEC Surabaya terletak di dalam kampus Universitas Airlangga dan diresmikan pada 12 September di gedung administrasi universitas tersebut. Upacara peresmian dipimpin oleh Rektor Universitas Airlangga Dr. Mohammad Nasih dan dihadiri oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Perguruan Tinggi Purwanto Subroto, Wakil Kepala TETO Phoebe Yeh, Sekretaris bidang Pendidikan Lee Shih-ping, Dirjen Teto Surabaya Hsiao Sheng-chung, Wakil Rektor Asia University Jenny Ko, Dekan International College Asia University Chen Ying-huei, serta lebih dari 50 perwakilan institusi pendidikan tinggi, tokoh masyarakat dan pengusaha Taiwan di kota Surabaya
Wakil Kepala TETO (Taipei Economic Trade Office) Phoebe Yeh dalam kata sambutannya mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungannya sehingga TEC Surabaya dapat berdiri. Hadirnya TEC di Surabaya bertujuan untuk membantu penyaluran informasi tentang pendidikan tinggi dan studi lanjut ke Taiwan, mempromosikan pengajaran bahasa Mandarin di wilayah Jawa Timur, membantu sekolah-sekolah dan berbagai lembaga pendidikan untuk membuka kelas bahasa Mandarin, serta meningkatkan kerja sama di bidang akademik antara Taiwan dan Indonesia.
Kepala Subdirektorat Kerja Sama Perguruan Tinggi Purwanto Subroto mewakili Mentri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengucapkan selamat dan berharap agar di masa yang akan datang semakin banyak pelajar dan dosen dari Taiwan yang datang untuk belajar atau mengajar di Indonesia. Beberapa tahun belakangan ini kerja sama yang terjalin antara Taiwan dan Indonesia semakin erat, dapat dilihat dari pemberian beasiswa oleh kedua belah pihak, penyelenggaraan forum-forum pendidikan tinggi, pembinaan sumber daya manusia di bidang teknik dan kejuruan dan masih banyak proyek kerja sama lainnya.
Pada tahun 2016 pelajar dari Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di Taiwan mencapai 5.074 orang yaitu 4.36% dari jumlah total pelajar asing dan menduduki peringkat ke dua tertinggi dari negara sasaran Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru. Dengan jumlah populasi sebesar 250 juta penduduk, Indonesia merupakan negara dengan penduduk terpadat ke empat di dunia. Pertumbuhan ekonomi yang pesat dan stabil belakangan ini menjadikan Indonesia sebagai sebuah peluang untuk institusi pendidikan tinggi Taiwan dalam meningkatkan perekrutan mahasiswa baru. Oleh karena itu MOE berharap lembaga ini dapat menjadi platform kerja sama di bidang pendidikan, memberikan informasi yang lengkap dan menyeluruh tentang sekolah ke Taiwan. Beberapa kegiatan yang akan di selenggarakan oleh TEC dalam waktu dekat adalah pameran pendidikan Taiwan pada bulan Desember di Surabaya dan Yogyakarta, serta Pertemuan Rektor Universitas Taiwan-Indonesia.