
Saat ini terdapat sebanyak lebih dari 1.4 juta Usaha Kecil Menengah (UKM) yang merupakan 97.22% dari seluruh perusahaan yang ada di Taiwan. UKM adalah fondasi penting perekonomian, dan pemerintah selalu berupaya untuk membantu UKM mendapatkan pendanaan yang memadai. Pada tahun 2003 Badan Dana Penjaminan Kredit UKM Taiwan (Small and Medium Enterprise Credit Guarantee Fund of Taiwan, yang disingkat menjadi SMEG) menyatu dengan Kementerian Ekonomi (MOEA), dimana semakin memperkuat peran dan kegiatannya dalam membantu UKM yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pinjaman bank karena kekurangan agunan dan masalah lainnya. Setiap tahunnya jumlah bantuan dana yang berhasil dikumpulkan untuk permodalan mencapai 1.3 trilyun dan telah menghasilkan 1.4 juta lapangan kerja baru. MOEA senantiasa berupaya untuk meningkatkan perannya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Taiwan terutama di bidang "Bantuan Kewirausahaan", "Inovasi", "Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru" dan "Pelayanan".
Di bidang "Bantuan Kewirausahaan", SMEG membantu pengurusan "Pinjaman Modal Awal Wirausahawan Muda", "Pinjaman Usaha Mikro", "Pinjaman Usaha Kecil" serta "Pinjaman Proyek Inovasi dan pengembangan UKM", angka penjaminan maksimum dapat mencapai 90%. Di samping itu, untuk menarik minat wirausahawan asing, MOEA juga memberi kelonggaran kepada warga asing pemegang Entrepreneur Visa untuk mengajukan "Pinjaman Modal Awal Wirausahawan Muda"
Di bidang "Inovasi", untuk mendorong pengembangan usaha dengan kemampuan RnD inovatif, SMEG telah menerbitkan "Proyek Penjaminan Usaha Kreatif". Program ini diperuntukan bagi UKM yang mendapatkan subsidi Kementerian Ekonomi dalam Program RnD inovatif, UKM tersebut akan diberikan penjaminan sebesar 95% untuk membantu keberlangsungan usahanya.
Di bidang "Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru", untuk menghasilkan kebijakan yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah, MOEA mengeluarkan "Program Penjaminan Kredit Arah Selatan". Program ini menggabungkan kredit UKM, kredit pertanian dan kredit usaha luar negeri, dengan total jaminan sebesar NTD 5 milyar (NTD 2 milyar untuk kredit UKM, NTD 1 milyar untuk kredit pertanian dan NTD 2 milyar untuk kredit usaha luar negeri), dan NTD 50 milyar jaminan keuangan untuk pengembangan UKM yang berinvestasi di negara sasaran Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru.
Di bidang "Pelayanan", sejak Agustus 2017 untuk mendorong terjadinya pembangunan yang merata, SMEG telah membuka pusat pelayanan di Hualien dan Taitung untuk melayani penjaminan modal usaha mikro kecil menengah, usaha produk khas lokal dan UKM berpotensi lainnya di wilayah tersebut. Di samping itu sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat, SMEG telah menambah jumlah jaminan sebagai berikut, tambahan bantuan untuk usaha investasi dalam negeri NTD 100 juta, pengembangan usaha ke luar negeri NTD 60 juta, teknologi infrastruktur ramah lingkungan NTD 100 juta, investasi Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru NTD 50 juta, dan jaminan pinjaman angsuran NTD 100 juta, semua program penjaminan ini tidak dibatasi oleh plafon NTD 120 juta per perusahaan. Tujuan dari program-program ini adalah untuk membantu pengembangan inovasi usaha serta mempercepat transformasi UKM dalam mengatasi tantangan perubahan situasi ekonomi.
MOEA akan terus menggunakan mekanisme penjaminan kredit untuk menerapkan kebijakan pemerintah dalam mensubsidi UKM, kemudian melalui Biro UKM dan Biro Perbankan akan diadakan pertemuan rutin untuk membahas platform koordinasi jasa keuangan UKM sehingga pemasalahan yang dihadapi oleh UKM dapat teratasi dengan cermat. MOEA juga terus mendorong kerja sama antara SMEG dengan berbagai kementerian dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan layanan penjaminan kredit, sehingga pendanaan dapat tersedia dengan tepat sasaran untuk membantu UKM tumbuh dan berkembang.