
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pameran wisata di Vietnam dan Indonesia, pada tanggal 18 Oktober 2017 Departemen Informasi dan Wisata Pemerintah Kota Taipei mengundang jurnalis media online "RMOL.co" dari Indonesia, direktur majalah kuliner "Mon Ngon Viet Nam Magazine" dan jurnalis media online "Saostar.vn" dari Vietnam untuk datang merasakan pesona kota Taipei.
Sejak tahun 2015 Pemerintah Kota Taipei telah berpartisipasi dalam berbagai acara pameran di Asia Tenggara seperti Thailand, Filipina dan Singapura untuk menarik minat wisatawan asing mengunjungi Taiwan. Pada bulan September, Departemen Informasi dan Wisata telah menghadiri pameran wisata akbar di Ho Chi Minh, Vietnam kemudian dilanjutkan dengan kegiatan promosi di Jakarta dan Surabaya, Indonesia.
Kegiatan yang dinamakan "FUN TAIPEI" ini membawa para jurnalis mengunjungi berbagai objek wisata alam, budaya kreatif dan berbelanja. Pertama-tama mereka mengunjungi Brick Yard 33 di kawasan wisata Yangming Shan dengan menumpangi bus wisata hijau nomor 17. Yang menarik dari kendaraan ini adalah setiap bus didekorasi dengan berbagai tema yang unik, yaitu tema Kedai teh, Toko Pakaian dan Toko Obat Tradisional, selain itu bus ini juga dilengkapi dengan QR Code yang dapat memberikan panduan wisata secara online dalam 4 bahasa.
Selanjutnya para jurnalis diajak ke rumah makan Curio Comma di daerah Tianmu untuk memasak hidangan khas Taiwan "Omelet Tiram". Pertama-tama mereka ditemani berbelanja ke Pasar Tradisional Shi-Dong untuk membeli bahan dasar dan bumbu, ketika sampai di pasar mereka dibuat kagum oleh keadaan pasar tradisional yang begitu bersih dan nyaman serta bahan-bahan yang berkualitas. Selanjutnya mereka diajari proses memasak omelet tiram oleh seorang koki profesional, dimulai dari mencampur bumbu dan membuat saus, menggoreng hingga penyajian. Setelah selesai, para jurnalis mencicipi buah tangan mereka sambil menikmati harumnya "Teh Hitam khas Taiwan" (Taiwanese Black Tea). Untuk menutup kegiatan hari itu, Departemen Informasi dan Wisata mengajak mereka mencoba "Bus Tingkat Wisata" andalan kota Taipei untuk berkeliling. Mereka menikmati indahnya langit malam dengan melewati gedung Taipei 101, Kawasan Belanja Chung Hsiao, Ximen, Kawasan Belanja Xinyi dan Yongkang Street.
Di akhir perjalanan, jurnalis RMOL.co Elitha Evinora Tarigan dari Indonesia menceritakan kesan dan pengalamannya, ia mengira Taipei adalah kota tua, namun hari ini ia melihat perpaduan kota yang sangat modern dengan alam yang asri. Elitha sangat terkesan dengan kebersihan dan keamanan Kota Taipei, ditambah lagi dengan berbagai bangunan tua yang dipadukan dengan kreatifitas karya seni generasi muda. Elitha juga mengagumi kemudahan dan ketertiban sistem angkutan umum di Taipei, seperti MRT, bus wisata hijau nomor 17 dan Bus Tingkat yang dapat membawa wisatawan mengunjungi berbagai objek wisata dengan cepat dan nyaman. Dalam perjalanan ini Elitha juga diajak mengunjungi Masjid Taipei untuk melihat berbagai fasilitas dan kemudahan yang disediakan Kota Taipei untuk wisatawan Muslim.
Jurnalis media online Saostar.vn dari Vietnam, Huynh Thi Thu Hang, sangat terkesan dengan berbagai objek wisata alam, budaya dan kuliner yang ada di Taipei. Thu mengatakan, sebagian besar pembaca media online ini adalah anak muda dan sangat gemar berbelanja. Thu sangat menyukai kawasan Ximen dan Xinyi yang menyediakan kenyamanan berbelanja sekaligus wisata kuliner dalam satu area, Thu menilai tempat-tempat wisata seperti ini akan sangat diminati oleh anak muda Vietnam.
Vo Dinh Quoc, Direktur Mon Ngon Viet Nam Magazine, mengatakan dirinya telah banyak mendengar cerita menarik tentang wisata kuliner di Taipei, namun baru kali ini berkesempatan untuk secara langsung mencicipi Xiao Long Bao, mie daging sapi khas Taiwan, mie danzai dan hidangan lokal lainnya. Menurut Quoc cita rasa masakan Taiwan sangat cocok dengan selera orang Vietnam. Quoc berharap dapat kembali mengunjungi Taipei dan mencicipi hidangan khas Taiwan lainnya.
Kepala Departemen Informasi dan Wisata Chien Yu-yen mengatakan, pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN yang stabil dan naiknya tingkat pendapatan telah menjadikan kegiatan wisata sebagai suatu kebutuhan. Departemen Informasi dan Wisata akan mendorong destinasi wisata berkualitas berdasarkan karakteristik segmen wisatawan, contohnya wisata kuliner halal untuk wisatawan Muslim. Menurut data statistik Departemen Informasi dan Wisata, tahun 2016 ada sekitar 33 ribu wisatawan asal Indonesia yang datang ke Taiwan, dan pada tahun ini untuk periode bulan Januari hingga Agustus saja jumlah wisatawan Indonesia sudah mencapai 30 ribu. Sedangkan jumlah wisatawan Vietnam, jika dibandingkan dengan tahun lalu, untuk periode Januari hingga Agustus sudah mencapai 250 ribu orang dengan angka pertumbuhan mencapai 113%. Seiring dengan diberlakukannya kelonggaran pemberian visa kunjungan kepada negara sasaran Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru, Taipei akan mempersiapkan berbagai tema dan rute wisata yang menarik untuk menyambut wisatawan dari berbagai negara.