Kembali ke konten utama
Antusias Mahasiswa Taiwan Memahami Budaya Asia Tenggara
2017-11-15

5

 

Pemerintah sedang mengimplementasikan Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru, tidak hanya di bidang perdagangan saja tetapi juga di bidang pendidikan melalui pertukaran pelajar, pengiriman tenaga kerja sukarela dan kerja praktek (internship), karena pemahaman tentang negara Asia Tenggara adalah hal yang sangat penting. Tahun ini Dewan Pengembangan Pemuda Kementerian Pendidikan (MOE) mengadakan kegiatan penggalangan dana amal dan karyawisata untuk membuka wawasan generasi muda tentang kehidupan warga pendatang dari Asia Tenggara. Dengan mendengar kisah pengalaman hidup mereka, para peserta dapat belajar dan bertukar pandangan serta memahami kesulitan yang dihadapi oleh warga pendatang untuk membantu memberikan solusi.

 

Peserta kegiatan ini terdiri dari enam mahasiswa National Chi Nan University dari berbagai jurusan, ada yang berasal dari jurusan Studi Wilayah Asia Tenggara, jurusan bahasa Asia Tenggara, ada juga peserta yang telah pergi ke negara-negara Asia Tenggara untuk berkunjung atau berwisata. Mereka mengamati bahwa dalam beberapa tahun terakhir ada semakin banyak warga pendatang di Taiwan, mereka ingin membantu warga pendatang untuk berasimilasi dan berbaur dengan lingkungan yang baru tanpa menghadapi tekanan atau hambatan sosial. Untuk itu mereka mendesain berbagai gambar dan produk seperti kartu pos dan tas kain untuk menggalang dana yang nantinya akan dipergunakan untuk membantu warga pendatang dari Asia Tenggara .

 

Dalam kegiatan ini para peserta diajak mengunjungi berbagai organisasi publik dan swasta di Taipei, New Taipei, Taichung, Nantou dan Chiayi, lalu mengumpulkan data dengan mewawancarai warga pendatang dari Burma dan Vietnam, dilanjutkan dengan mengunjungi SEAT di Taichung untuk mempelajari budaya kuliner Indonesia. SEAT adalah wadah komunikasi dan interaksi warga ASEAN yang didirikan oleh Pemerintah Kota Taichung dan National Chi Nan University untuk mengadakan kelas pengenalan budaya Asia Tenggara, lokakarya, pemutaran film, dan seminar. Di akhir kegiatan, mereka mengunjungi "Brilliant Time Bookstore" sebuah toko buku Asia Tenggara yang sangat unik karena hanya meminjamkan buku dan tidak menjual, di sini mereka bertemu warga pendatang yang sering berkunjung ke toko buku untuk bertemu teman dan mengobati rasa kangen akan kampung halaman.

 

Banyak orang beranggapan untuk mengembangkan pemahaman tentang Asia Tenggara harus ke luar negeri, namun pada kenyataannya ada banyak hal yang dapat dipelajari dari komunitas warga pendatang Asia Tenggara di sekitar kita.

 

Dewan Pengembangan Pemuda MOE mengundang para pelajar untuk mendengarkan hasil kegiatan karyawisata ini pada 18 November 2017 bertempat di Shin Kong Mitsukoshi Xinyi Plaza. Untuk informasi selengkapnya silahkan mengunjungi http://www.yda.gov.tw atau http://youthtravel.tw.