Kembali ke konten utama
Menteri Kebudayaan: Keragaman Musik Perlihatkan Keunikan Taiwan
2017-12-04

7

 

Kementerian Kebudayaan (MOC) bersama National Center for Traditional Arts (Pusat Kesenian Tradisional) mengadakan seminar akademik pada tanggal 2-3 Desember 2017 dengan tema "Rekonstruksi Sejarah Musik Taiwan – Situasi Masa Kini dan Masa Depan", di Taiwan Traditional Theatre Center. Kegiatan ini mengundang pakar dan akademisi untuk mempublikasikan makalah penelitian mereka dan turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Cheng Li-chiun.

 

Cheng dalam kata sambutannya mengatakan, visi dan perkembangan budaya Taiwan harus dimulai dari mempersatukan "Akar", dan hal ini perlu dimulai dari rekonstruksi sejarah sehingga kebudayaan Taiwan dapat terposisikan di dunia internasional. Cheng menyebutkan beberapa musik dan seniman Taiwan yang telah mendunia, seperti lagu "Elders Drinking Song" yang dipilih menjadi lagu tema olimpiade Atlanta pada tahun 1996, komposer Taiwan Chiang Wen-Yeh yang telah memenangkan kompetisi seni olimpiade Berlin, Sunflower Music Assembly yang sekalipun dalam kesulitan tetap berjuang memanifestasikan semangat mereka untuk musik modern, serta Chang Fu-xing, Hsu Chang-hui, Shih Wei-liang dan Hsu Shih yang menggeluti seni musik suku adat asli, mereka semua telah menorehkan jejak emas dalam sejarah musik Taiwan.

 

Cheng juga menegaskan, pemerintah akan mendukung kegiatan mempersatukan akar sejarah dan budaya Taiwan, dan mengusulkan 3 kerangka kerja. Yang pertama, penelitian di bidang penyimpanan materi sejarah, yaitu dengan menggunakan metode paling profesional untuk menyimpan koleksi literatur musik dan materi sejarah lainnya; Yang kedua, memposisikan seni musik Taiwan dari beragam sudut pandang dan perspektif global, dan mendorong berbagai universitas kesenian untuk mendirikan "Pusat Penelitian Sejarah Seni Taiwan" untuk mempromosikan penelitian tentang sejarah seni di dunia akademis dan di kalangan masyarakat; Yang ketiga adalah promosi dan reproduksi. Melalui pertunjukan, pembinaan, pengalaman budaya, perpaduan lintas bidang seni dan kegiatan lainnya yang dapat memberikan nilai tambah pada materi sejarah. Dengan demikian melalui sejarah seni musik, perkembangan budaya dapat menyerap karakterisitik dan muatan lokal. Cheng berharap agar seni musik Taiwan tidak hanya menjadi kebanggaan Taiwan, tetapi juga dapat memposisikan diri dalam sejarah seni dunia.

 

Seminar ini membahas 5 permasalahan utama, "Tinjauan Pustaka dan Teori Umum Sejarah Musik Taiwan", "Teori dan Metode Sejarah Musik Tradisional dan Musik Kontemporer Taiwan", "Pembuatan Database Sejarah Musik", "Penelitian, Kasus dan Refleksi Penanganan Sejarah Musik di Luar Negeri", dan "Pembentukan Musik Tradisional dalam Sejarah Perkembangan Taiwan dan Kaitannya dengan Perubahan Situasi Taiwan". Selain pembahasan dan penelusuran dari sudut tinjauan pustaka, metode dan teori, pembahasan juga menjangkau hal-hal praktis seperti database, penyimpanan dan penggunaan dengan melihat contoh praktik di luar negeri. Dalam makalah dan laporan yang disampaikan terdapat contoh dan kasus dari Indonesia, Inggris, Jerman dan Perancis khususnya di bidang penyimpanan dan pemeliharaan aset budaya, penggunaan dan promosi karya musik kontemporer, pembuatan arsip data audio dan pendirian Pusat Musik Kontemporer.

 

Selain pemaparan makalah, kegiatan ini juga mengetengahkan seminar tematik dan seminar umum yang dihadiri oleh 30 orang pakar dan akademisi dari bidang musikologi historis, etnomusikologi, peneliti musik dunia, dan seni musik kontemporer.