
Warga Kota Taipei berkumpul di 228 Peace Memorial Park pada 17 Desember 2017 untuk merayakan keberagaman dan kontribusi kaum imigran kepada masyarakat Taiwan.
Acara ini diselenggarakan oleh Agen Imigrasi Nasional (National Immigration Agency, NIA) di bawah Kementerian Dalam Negeri (MOI) untuk merayakan Hari Migran Internasional yang jatuh pada 18 Desember 2017. Hari Migran Internasional dicanangkan oleh PBB untuk menumbuhkan kesadaran tentang komunitas migran secara global dan hak-hak mereka.
Kegiatan dalam acara ini meliputi parade, pagelaran budaya, makanan tradisional serta seni dan produk kerajinan dari negara asal para imigran. Menurut data pihak penyelenggara, 3,000 pengunjung hadir untuk meramaikan perayaan ini, mereka sebagian besar datang dari negara mitra Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru, seperti Kamboja, Indonesia, Thailand dan Vietnam.
Wakil Menteri Dalam Negeri Hua Ching-chun dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi atas kontribusi yang diberikan para imigran kepada Taiwan, serta kepada masyarakat yang telah hadir dan turut mendukung Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru dengan mempromosikan pembangunan regional melalui berbagai kegiatan pertukaran.
Hua menambahkan, jumlah pasangan WNA di Taiwan telah mencapai lebih dari 520,000 orang, pekerja asing mencapai 30,000 orang dan buruh mencapai 610,000 orang. Komunitas ini dapat menyumbangkan keterampilan dan bakat mereka serta memanfaatkan pengetahuan budaya dan bahasa untuk menumbuhkan vitalitas baru dalam pembangunan Taiwan.
Pemerintah telah memberlakukan berbagai kebijakan untuk melindungi hak-hak para imigran dan anak-anak mereka. Seperti mendirikan pusat penyedia kesempatan kerja, subsidi pemerintah, pembinaan dan proyek-proyek untuk mendorong pertukaran budaya.
Salah satu komponen penting dalam strategi pembangunan yang dicanangkan oleh Presiden Tsai Ing-wen adalah Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru. Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya untuk memperdalam hubungan kerja sama di bidang pertanian, bisnis, budaya, pendidikan, pariwisata dan perdagangan dengan 10 negara anggota ASEAN, 6 negara Asia Selatan, Australia dan Selandia Baru