:::

Tren Perempuan Sebagai Tulang Punggung Keluarga di Taiwan Meningkat Hampir 30%

Pertumbuhan ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya level pendidikan kaum perempuan dan semakin besarnya kesenjangan usia harapan hidup antara laki-laki dan perempuan.

Pertumbuhan ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya level pendidikan kaum perempuan dan semakin besarnya kesenjangan usia harapan hidup antara laki-laki dan perempuan. (Foto oleh MOFA)

 

Direktorat Jenderal Anggaran, Keuangan dan Statistik mengumumkan bahwa menurut data penghitungan pada tahun 2017, terdapat 2,49 juta keluarga dengan perempuan sebagai tulang punggung keluarga. Angka ini menduduki 29,2% dari total jumlah keluarga di Taiwan.

Yang dimaksud sebagai tulang punggung keluarga adalah anggota keluarga dengan penghasilan terbesar dan bertanggung jawab untuk membayar kebutuhan rutin keluarga (harian, bulanan, tahunan). Menurut pengamatan jangka panjang baik dari sisi jumlah maupun tingkat perbandingan, tren ini terus menunjukan peningkatan.

Jika dibandingkan dengan data tahun 2007, angka 2,49 juta keluarga dengan perempuan sebagai tulang punggung keluarga di tahun 2017 menunjukan peningkatan sebesar 5,9 %. Pertumbuhan ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya level pendidikan kaum perempuan dan semakin besarnya kesenjangan usia harapan hidup antara laki-laki dan perempuan.

Rata-rata penghasilan perempuan sebagai tulang punggung per keluarga adalah sebesar NT $836 ribu, sedangkan rata-rata penghasilan laki-laki dalam kategori yang sama mencapai NT $1,09 juta, atau memiliki selisih sebesar NT $258 ribu. Akan tetapi, jika dilihat dari pendapatan per kapita perorangan selisih yang terjadi tidak terlalu besar, pendapatan perempuan sebesar NT $331 ribu dan pendapatan laki-laki NT $333 ribu.

Selisih yang diperlihatkan oleh data di atas, kemungkinan disebabkan oleh jumlah laki-laki yang menjadi tulang punggung keluarga per keluarga lebih besar. Faktor lainnya adalah pasangan suami-istri yang keduanya bekerja dan memiliki penghasilan masing-masing, sehingga pendapatan per kapita keluarga lebih besar, namun ketika dilihat dari sisi perorangan selisih yang terjadi sangat kecil.

Rata-rata jumlah anggota per keluarga di tahun 2017 adalah 3,07 orang. Angka ini tidak berbeda jauh dengan jumlah rata-rata tahun 2016. Rata-rata jumlah anggota per keluarga dengan perempuan sebagai tulang punggung adalah 2,53 orang, sedangkan untuk laki-laki dengan kategori yang sama adalah 3,29 orang.