Kembali ke konten utama
Australia, Jepang, Malaysia Tegaskan Dukungan terhadap Perdamaian di Selat Taiwan
New Southbound Policy。Yoshimasa Hayashi mengatakan bahwa ekspansi militer Tiongkok yang terjadi dengan sangat cepat dan kurangnya transparansi merupakan tantangan strategis terbesar bagi tatanan internasional berbasis aturan.
Yoshimasa Hayashi mengatakan bahwa ekspansi militer Tiongkok yang terjadi dengan sangat cepat dan kurangnya transparansi merupakan tantangan strategis terbesar bagi tatanan internasional berbasis aturan.

Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan) menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas pernyataan yang disampaikan oleh para pemimpin dan pejabat senior Australia, Malaysia, dan Jepang baru-baru ini mengenai pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
 
Dalam pernyataan yang dikeluarkan dalam Pertemuan Tahunan Pemimpin Australia-Malaysia ke-2 yang dilaksanakan pada tanggal 4 Maret di Melbourne, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dan PM Malaysia Anwar bin Ibrahim mengafirmasi pentingnya perdamaian dan stabilitas lintas selat. Semua pihak memiliki kepentingan dalam mencegah konflik, serta menekankan bahwa komunikasi terbuka, jaminan, dan transparansi adalah hal yang sangat penting.
 
Dalam konferensi pers pada hari berikutnya di Tokyo, Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi, menyampaikan bahwa Jepang berharap bisa menyaksikan penyelesaian secara damai atas masalah Taiwan, dan akan menyampaikan keinginan tersebut secara langsung kepada Tiongkok.
 
Yoshimasa Hayashi mengatakan bahwa ekspansi militer Tiongkok yang terjadi dengan sangat cepat dan kurangnya transparansi merupakan tantangan strategis terbesar bagi tatanan internasional berbasis aturan. Ia kembali menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan tidak hanya penting untuk keamanan Jepang tetapi juga bagi komunitas global. Jepang juga akan terus bekerja sama dengan AS dan sekutu lainnya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.
  
Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan) mendorong negara-negara dunia bebas untuk terus melawan ekspansi otoritarianisme. Taiwan bertekad untuk meningkatkan ketangguhan dan kemampuan pertahanan terhadap Tiongkok, dan pemerintah akan terus bekerja dengan mitra-mitra sehaluan untuk memastikan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di Indo-Pasifik.