
Presiden Lai Ching-te menerima kunjungan mantan Wakil Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Amerika Serikat, Matthew Pottinger, di Istana Kepresidenan, Senin, 17 Februari 2025. Presiden Lai mengucapkan terima kasih atas kunjungan tersebut yang menunjukkan dukungan kuat terhadap Taiwan.
Negara-negara otoriter kian mempererat kerja sama mereka, menghadirkan risiko serta tantangan geopolitik dan keamanan regional. Menghadapi hal tersebut kita memiliki keyakinan yang sama bahwa perdamaian hanya dapat dicapai melalui kekuatan. Hanya dengan memperkuat kemampuan pertahanan nasional dan membangun benteng yang kokoh, barulah kita dapat meningkatkan daya tangkal dan menjaga perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan dan dunia.
Presiden Lai lebih lanjut menambahkan bahwa ke depannya Taiwan akan terus meningkatkan kemampuan pertahanan, dan berharap dapat semakin mempererat kemitraan dengan Amerika Serikat dalam bidang keamanan, ekonomi, perdagangan, serta energi.
Selain itu, Taiwan juga ingin memperkuat kerja sama dalam teknologi kunci dan inovatif agar dapat bersama-sama membangun “rantai pasokan non-merah” yang aman dan tangguh, demi memastikan Taiwan, Amerika Serikat, dan mitra-mitra demokrasi global tetap memiliki keunggulan teknologi.
Dalam pidato tanggapannya, Matthew Pottinger pertama-tama mengucapkan selamat atas satu tahun kepemimpinan Presiden Lai serta pencapaian ekonomi Taiwan yang mengesankan. Ia juga menanggapi pernyataan Presiden Lai sebelumnya mengenai target anggaran pertahanan Taiwan yang akan mencapai lebih dari 3% dari PDB, hampir setara dengan proporsi anggaran pertahanan Amerika Serikat. Menurutnya, ini merupakan awal yang baik bagi peningkatan daya tangkal kedua negara.
Matthew Pottinger juga menyoroti pernyataan Presiden Lai mengenai “mencapai perdamaian melalui kekuatan”, yang menurutnya sangat relevan di tengah meningkatnya ancaman dari pemerintahan yang otoriter dan agresif. Ia mengutip pidato pelantikan pertama Presiden Amerika Serikat George Washington, yang menyatakan bahwa cara terbaik untuk menjaga perdamaian adalah dengan selalu bersiap untuk perang. Inilah makna dari “mencapai perdamaian melalui kekuatan”. Dalam kunjungan ini, ia juga berharap dapat bertukar pandangan dengan Presiden Lai mengenai isu-isu terkait.