Kembali ke konten utama
Yushan Forum 2025: Kebijakan New Southbound+ Tingkatkan Peran Taiwan Secara Global, Berbagi Keunggulan dengan Dunia
New Southbound Policy。Melalui model “Taiwan+N” dan Proyek Kesejahteraan Negara Sahabat Diplomatik, Taiwan dapat berkontribusi dalam pembangunan jaringan internet yang bersih dan persatuan digital global, serta memperkuat citra “Trusted Taiwan” (Taiwan yang Terpercaya) di dunia.
Melalui model “Taiwan+N” dan Proyek Kesejahteraan Negara Sahabat Diplomatik, Taiwan dapat berkontribusi dalam pembangunan jaringan internet yang bersih dan persatuan digital global, serta memperkuat citra “Trusted Taiwan” (Taiwan yang Terpercaya) di dunia.

Yushan Forum ke-8, yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan) dan Taiwan-Asia Exchange Foundation, telah dimulai pada tanggal 17 Maret 2025 di Taipei. Hari pertama forum menghadirkan empat sesi yang berfokus pada topik Solusi Cerdas, Layanan Kesehatan Cerdas, Ketahanan Rantai Pasok Semikonduktor, dan Transportasi Cerdas.
 
Presiden Lai Ching-te hadir dalam upacara pembukaan, sementara Wakil Presiden Hsiao Bi-khim menghadiri resepsi makan siang bersama para tamu kehormatan dan pembicara. Pada malam harinya Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung mengadakan resepsi makan malam untuk melakukan pertukaran dengan para tamu Yushan Forum, serta pimpinan dari sektor pemerintah, industri, dan akademik.
  
Dalam pidato pembukaan, Presiden Lai menyampaikan bahwa tema forum tahun ini, “New Southbound+ : Taiwan, Indo-Pasifik, dan Dunia Baru”, mencerminkan reposisi Taiwan dalam dinamika internasional. Taiwan ingin mentransformasi dialog yang telah dibangun dalam Kebijakan Baru Arah Selatan (New Southbound Policy, NSP) menjadi aksi nyata dalam kerja sama dengan mitra regional dan global. Hal ini meliputi pemanfaatan keunggulan Taiwan dalam inovasi teknologi AI serta pengalaman transisi digital dan netral karbon.
 
Presiden Lai juga menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama dengan negara-negara demokrasi dalam melindungi nilai-nilai yang dijunjung bersama, membangun rantai pasok non-merah, serta meningkatkan persatuan digital demi Indo-Pasifik yang lebih inklusif, tangguh, dan sejahtera.
  
Dalam resepsi makan siang, Wakil Presiden Hsiao Bi-khim lebih lanjut menjelaskan bahwa konsep “New Southbound+” menandakan perluasan interaksi antara Taiwan dengan dunia, menjadikannya peluang penting bagi Taiwan untuk mempererat koneksi global. Menghadapi tantangan yang ada, Taiwan harus bertahan dan menjaga perdamaian regional melalui peningkatan anggaran pertahanan dan pembangunan ketahanan sosial untuk menghadapi ancaman dari luar, serta memperkuat peran strategis tak tergantikan dari sektor bisnis Taiwan. Taiwan ingin menjadi merek global yang “terpercaya dan andal”, terutama dalam sektor teknologi kritis dan rantai pasok demokratis.
  
Dalam resepsi makan malam, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung menyoroti bahwa Yushan Forum tahun ini terintegrasi erat dengan 2025 Smart City Summit & Expo dan 2050 Net Zero City Expo, mencerminkan implementasi nyata dari strategi diplomasi komprehensif dan Proyek Kesejahteraan Negara Sahabat Diplomatik. Tema “New Southbound+” memiliki dua makna utama, yaitu memperluas peran Taiwan secara global di atas dasar hubungan erat dengan dunia; Taiwan memiliki keunggulan dalam industri semikonduktor, ICT, dan AI, serta keinginan dan kemampuan untuk berbagi dengan mitra NSP, Indo-Pasifik, dan dunia.
 
Melalui model “Taiwan+N” dan Proyek Kesejahteraan Negara Sahabat Diplomatik, Taiwan dapat berkontribusi dalam pembangunan jaringan internet yang bersih dan persatuan digital global, serta memperkuat citra “Trusted Taiwan” (Taiwan yang Terpercaya) di dunia.
  
Pada tanggal 18 Maret, Presiden Lai Ching-te menerima kunjungan delegasi Tamu Yushan Forum ke-8 di Istana Kepresidenan, dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran mereka untuk membahas kerja sama regional. 
 
Anders Fogh Rasmussen menjelaskan Taiwan merupakan salah satu sorotan utama dalam Copenhagen Democracy Summit yang diadakan setiap tahun. Ia mengungkapkan bahwa Democracy Alliance Foundation bahkan dikenai sanksi oleh pemerintah Tiongkok karena mendukung Taiwan, tetapi ia menganggap hal itu sebagai sebuah “lencana kehormatan.”
 
Copenhagen Democracy Summit yang akan digelar pada bulan Mei tahun ini akan membahas tatanan internasional baru, bagaimana Eropa dapat segera memperkuat kemampuan militernya, serta perkembangan situasi di Ukraina. Seiring dengan semakin berkurangnya keterlibatan Amerika Serikat dalam aliansi transatlantik dan meningkatnya perhatian Eropa terhadap pertahanan diri, Anders Fogh Rasmussen menegaskan bahwa Eropa tidak boleh mundur dari panggung global.
 
Untuk memastikan keamanan Eropa, keterlibatan yang lebih besar dalam urusan kawasan Indo-Pasifik menjadi semakin penting. Oleh karena itu, ia mendukung peningkatan kerja sama politik dan ekonomi dengan Taiwan.