Presiden Lai Ching-te secara terpisah menerima kunjungan mantan Menteri Kehakiman Jepang sekaligus anggota DPR Jepang, Suzuki Keisuke, serta Ketua “TY-kai” dan anggota Dewan Penasihat, Takinami Hirofumi, beserta rombongan di Istana Kepresidenan, Selasa, 23 Desember 2025.
Presiden Lai menyampaikan apresiasi atas perhatian tinggi Perdana Menteri Sanae Takaichi terhadap perdamaian di Selat Taiwan dan hubungan Taiwan-Jepang. Ia menegaskan bahwa kedua pihak terus memperdalam pertukaran di berbagai bidang, yang mencerminkan persahabatan erat antarnegara, serta berharap kemitraan Taiwan-Jepang dapat terus dipererat dengan memperluas kerja sama yang lebih beragam demi mendorong kemakmuran bersama.
Presiden juga menyoroti bahwa gelombang kecerdasan buatan (AI) saat ini melanda dunia. Kekuatan Taiwan di bidang AI, semikonduktor, serta teknologi informasi dan komunikasi dapat dikombinasikan dengan keunggulan teknologi dan sistem Jepang untuk bersama-sama membangun ekosistem industri yang lebih aman dan tangguh, memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian kawasan dan keamanan rantai pasok global.
Anggota DPR Jepang Suzuki Keisuke menyampaikan bahwa sejak terbentuknya Kabinet PM Sanae Takaichi, yang kini telah berjalan selama dua bulan, pemerintah Jepang berulang kali menegaskan pentingnya hubungan Jepang-Taiwan. Bagi Jepang, Taiwan adalah mitra yang sangat penting sekaligus sahabat yang amat berharga. Di tengah dinamika geopolitik yang berubah, baik Taiwan maupun Jepang menghadapi berbagai bentuk tekanan dari Tiongkok. Ia menegaskan bahwa “jika Taiwan menghadapi masalah, maka Jepang juga terdampak”, seraya berharap perdamaian dan stabilitas kawasan dapat terus terjaga.
Pada hari yang sama, Presiden Lai juga menerima Anggota Dewan Penasihat Jepang, Takinami Hirofumi, dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota parlemen TY-kai atas dukungan terhadap Taiwan. Presiden secara khusus menyoroti peran Takinami Hirofumi yang tidak hanya kerap menyuarakan dukungan bagi Taiwan di parlemen Jepang, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong pengesahan kebijakan penggunaan kata “Taiwan” dalam sistem pencatatan domisili Jepang.
Anggota Dewan Penasihat Jepang Takinami Hirofumi dalam tanggapannya menyampaikan bahwa Jepang dan Taiwan perlu memperkuat kerja sama untuk bersama-sama menghadapi tantangan keamanan yang semakin berat. Ia menyinggung pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi di parlemen Jepang mengenai isu “jika Taiwan menghadapi masalah”, yang dinilainya sebagai situasi krisis yang menyangkut kelangsungan hidup Jepang, sejalan dengan arah kebijakan mendiang Perdana Menteri Shinzo Abe.Pandangan tersebut tepat dan tidak seharusnya ditarik kembali.