Menanggapi pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam “Komunike Pers Bersama Dialog Strategis Tingkat Menteri Luar Negeri Tiongkok–Pakistan ke-7” yang memuat konten merendahkan kedaulatan ROC Taiwan, Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan) menyampaikan kecaman keras serta menolak tegas.
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi pada 4 Januari 2026 di Beijing bersama Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Republik Islam Pakistan, Mohammad Ishaq Dar, memimpin Dialog Strategis Tingkat Menteri Luar Negeri Tiongkok-Pakistan ke-7 dan menerbitkan pernyataan pers bersama yang secara salah menyebut bahwa “Taiwan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Tiongkok”, serta pernyataan lain yang sangat bertentangan dengan fakta.
MOFA Taiwan mengecam keras pemerintah Tiongkok yang terus menyebarkan pernyataan tidak masuk akal dan terdistorsi di forum internasional dengan tujuan merendahkan kedaulatan ROC Taiwan, serta menyatakan penyesalan mendalam atas sikap pemerintah Pakistan yang berulang kali tunduk pada otoritarianisme Tiongkok.
ROC Taiwan dan Republik Rakyat Tiongkok (PRC) tidak saling berada di bawah yurisdiksi satu sama lain. Rezim Partai Komunis Tiongkok tidak pernah memerintah Taiwan. Tidak ada negara mana pun yang berhak, dan juga tidak mungkin, meniadakan fakta objektif keberadaan Taiwan melalui apa yang disebut pernyataan pers bersama.
MOFA Taiwan menyerukan kepada Pakistan agar tidak terus-menerus mengikuti posisi Tiongkok dengan mengabaikan fakta, serta tidak memberikan legitimasi terhadap narasi beritikad agresif dan merusak perdamaian serta stabilitas regional.
Sebagai kekuatan positif dalam masyarakat internasional, Taiwan akan terus secara teguh membela nilai-nilai kebebasan dan demokrasi, memperkuat kerja sama dengan seluruh mitra demokrasi, bersama-sama menahan ekspansi otoritarianisme, menjaga perdamaian dan keamanan Selat Taiwan, serta memelihara kebebasan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.