Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung dan Menteri Urusan Digital Lin Yi-jing menggelar rapat bersama, Selasa, 20 Januari 2026. Rapat ini berfokus pada penyelarasan bidang kerja sama dan koordinasi di tingkat operasional. Kedua pihak juga sepakat untuk bersama-sama memanfaatkan keunggulan Taiwan di bidang kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital untuk mendorong penerapan konsep “Diplomasi Komprehensif”.
Dalam pertemuan ini, kedua kementerian mencapai sejumlah kesepakatan penting, antara lain memperkuat kerja sama rantai pasok AI antara Taiwan dan Amerika Serikat, mendorong proyek investasi infrastruktur AI di negara-negara sahabat dan mitra, serta memperdalam kerja sama di bidang digital untuk meningkatkan partisipasi Taiwan dalam organisasi atau mekanisme internasional. Selain itu, kedua pihak juga akan berkoordinasi untuk mengkaji dan menyempurnakan digitalisasi dokumen resmi pemerintah yang bersifat rahasia, demi meningkatkan keamanan informasi dan efisiensi administrasi.
Menlu Lin Chia-lung menyatakan bahwa perkembangan teknologi AI saat ini berlangsung sangat pesat dan telah mendefinisikan ulang pemahaman masyarakat internasional mengenai konsep “kekuatan nasional”.
Di era AI, Taiwan memiliki potensi yang memadai untuk tampil sebagai negara besar di bidang digital dan meningkat menjadi aktor geopolitik yang penting. Untuk mengubah keunggulan industri semikonduktor Taiwan menjadi aset diplomasi, Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan) sedang mendorong berbagai proyek kerja sama AI dan teknologi informasi dengan negara-negara sahabat diplomatik serta negara mitra, sekaligus memperluas cakupan Program Kesejahteraan Negara Sahabat Diplomatik.
Menlu Lin Chia-lung juga menambahkan bahwa dalam rangka mewujudkan pelaksanaan “Diplomasi Komprehensif”, sejak menjabat ia telah mengadakan rapat bersama dengan berbagai kementerian lain, termasuk bidang kebudayaan, pendidikan, lingkungan, ekonomi, dan ketenagakerjaan.
Pertemuan dengan Kementerian Urusan Digital (MODA) kali ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi kerja sama yang lebih erat di masa yang akan datang, sehingga Taiwan dapat semakin menonjolkan kekuatan dan keunggulan di bidang teknologi digital, memanfaatkan kerja sama dan investasi di ranah diplomasi untuk memperkuat hubungan, menyejahterakan, bahkan melindungi negara sahabat diplomatik, sejalan dengan visi Presiden Lai Ching-te menuju terwujudnya “negara dengan matahari ekonomi yang tak pernah terbenam”.