Pameran Buku Internasional Taipei (TIBE) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan (MOC) dan berlangsung selama enam hari, resmi ditutup pada tanggal 8 Februari kemarin.
Pada penyelenggaraan kali ini, pameran diikuti oleh penerbit dari 29 negara dengan total 509 penerbit dalam dan luar negeri, melibatkan 1.467 penulis nasional dan internasional. Sepanjang enam hari, terselenggara 1.301 kegiatan promosi membaca dan 1.853 pertemuan hak cipta. Secara keseluruhan, pameran ini menarik sekitar 580 ribu kunjungan. Kementerian Kebudayaan (MOC) juga memberikan subsidi kepada 50 sekolah, sehingga 1.076 siswa dari daerah terpencil dapat berpartisipasi dan merasakan langsung suasana pameran.
Menjelang Tahun Baru Imlek, Pameran Buku Internasional Taipei (TIBE) kembali memicu gelombang antusiasme membaca. Nuansa literasi berpadu dengan suasana perayaan akhir tahun, menghadirkan arus pengunjung yang padat memperlihatkan vitalitas industri penerbitan Taiwan.
Menteri Kebudayaan Li Yuan menyampaikan bahwa salah satu tradisi paling khas dan mendapat perhatian internasional dari pameran buku di Taiwan adalah kehadiran pimpinan tertinggi negara. “Presiden dan Perdana Menteri selalu hadir,” ujarnya.
Tahun ini, selain Wakil Presiden dan Wakil Perdana Menteri, mantan Perdana Menteri Su Tseng-chang serta para menteri dari berbagai kementerian, termasuk Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan), juga turut mengunjungi pameran dan membagikan daftar bacaan mereka. Hal ini mencerminkan, di bawah arahan kebijakan pemerintah, Taiwan bertekad untuk menjadi “negara besar di bidang kebudayaan”.
Ia menambahkan bahwa melalui pameran buku ini, Taiwan berharap dapat menjalankan diplomasi budaya, membawa kebudayaan dunia ke Taiwan, sekaligus memperkenalkan kebudayaan Taiwan ke panggung global.
Para jurnalis internasional juga menunjukkan ketertarikan besar terhadap keberhasilan Pameran Buku Internasional Taipei (TIBE) dalam memadukan secara harmonis sebuah ajang profesional untuk transaksi hak cipta dengan pameran yang berorientasi pada konsumsi publik, menjadikannya model yang unik dan diakui secara internasional.