:::

Presiden Tsai Bahas Keamanan Nasional, Merespon Situasi Asia Timur

7

 

Presiden Tsai Ing-wen bersama PM William Lai mengadakan pertemuan dengan Kepala Biro Keamanan Nasional pada tanggal 7 Januari 2018 untuk membahas kondisi terbaru di Asia Timur. Di antaranya kegiatan militer berulang-ulang yang dilakukan Tiongkok dan Korea Utara sehingga menimbulkan keresahan di berbagai negara; dan tindakan Tiongkok yang tanpa melalui pembicaraan, secara sepihak membuka jalur penerbangan M503, tindakan ini secara serius telah mengganggu keamanan dan kestabilan kawasan, serta keselamatan penerbangan. Pertemuan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut dihadiri oleh Sekretaris Kepresidenan Wu Jau-shieh, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional (National Security Council, NSC) Yen Teh-fa, Menteri Luar Negeri Lee Ta-wei, Menteri Pertahanan Nasional Feng Shih-kuan, Kepala Biro Keamanan Nasional Peng Sheng-chu, Kepala Mainland Affairs Council (MAC) Chang Hsiao-yueh, Menteri Perhubungan dan Komunikasi Ho Chen-tan, Dewan Keamanan Nasional Fu Don-cheng, serta Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Chen Chun-lin dan Tsai Ming-yen. Pertemuan ini menghasilkan beberapa pernyataan sebagai berikut:

1. Tindakan membuka jalur penerbangan di jalur sengketa secara sepihak adalah sebuah tindakan provokasi yang berdampak merusak terhadap keamanan wilayah

Situasi tegang yang terjadi di kawasan Asia Timur belakangan ini, seperti masalah Korea Utara dan Tiongkok yang terus meningkatkan kegiatan militer di kawasan tersebut, kini diperkeruh dengan pembukaan beberapa jalur penerbangan seperti M503 secara sepihak di Selat Taiwan oleh Tiongkok. Tindakan tersebut tidak hanya berdampak serius terhadap keamanan kawasan dan keamanan penerbangan, tetapi juga merupakan sebuah kegiatan yang mengancaman dan memprovokasi politik dan militer Taiwan, serta mengganggu keamanan dan stabilitas kawasan. Tiongkok Daratan sebagai bagian dari kawasan ini, memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas regional, tindakan seperti ini adalah tindakan yang tidak sepantasnya, dan merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab.

 

2. Pemerintah sangat memahami situasi regional, dan telah memperkuat strategi keamanan nasional

Kementerian dan lembaga pemerintahan yang bertugas menjaga keamanan nasional harus bergerak bersama-sama, memperhatikan situasi regional yang berubah secara dinamis, meningkatkan persiapan untuk tindakan merespons, dan menjaga komunikasi yang erat dengan negara lain dalam meningkatkan keamanan nasional dan menjaga kesejahteraan warga negara.

 

3. Pemerintah akan meningkatkan kesiapan pertahanan nasional, dan menjaga kebebasan demokratis warga negara dan negara
 

Militer Taiwan harus meningkatkan kemampuan untuk memantau gerakan militer Tiongkok secara seksama, meningkatkan peringatan dini, kesiagaan, dan langkah-langkah persiapan, serta mengambil langkah-langkah praktis untuk menunjukkan tekad dalam mempertahankan negara dan melindungi masyarakat.


4. Peningkatan publisitas di tingkat internasional untuk mendapatkan pemahaman dan dukungan komunitas internasional

Beijing tanpa melalui negosiasi secara sepihak membuka jalur penerbangan di jalur sengketa, tindakan ini memberi dampak pada keamanan penerbangan, dan merusak stabilitas di Selat Taiwan. Tindakan merubah situasi yang ada secara sepihak sangat merusak stabilitas regional, dan meresahkan komunitas internasional.

Lembaga diplomatik dan penerbangan sipil harus secara berkelanjutan memberikan penjelasan kepada berbagai negara baik di tingkat pemerintahan, industri penerbangan sipil maupun organisasi internasional, bahwa tindakan tersebut telah merusak stabilitas kawasan dan keamanan penerbangan, serta untuk mendapatkan  pemahaman dan dukungan dari masyarakat internasional.

5. Beijing harus memenuhi tanggung jawab regional, segera pulihkan hubungan dialog dengan pemerintah ROC

Untuk meredakan dampak negatif dari tindakan yang telah menggangu stabilitas regional, keamanan penerbangan dan hubungan lintas selat ini, pemerintah ROC bersedia untuk mengambil langkah bertanggung jawab dan bersama-sama mengatasi masalah yang timbul. Pemerintah ROC meminta Beijing untuk menghargai hubungan lintas selat yang telah terjalin dengan stabil dan damai, mengambil tindakan perbaikan terhadap berbagai masalah yang ditimbulkan oleh jalur penerbangan M503. Mengacu pada konsensus tahun 2015, kedua belah pihak harus sesegera mungkin mengadakan dialog teknis untuk memberikan solusi pada masalah yang berkaitan dengan keamanan penerbangan, agar insiden yang mengganggu stabilitas regional dan hubungan lintas selat ini segera berakhir.