:::

Perusahaan Air Taiwan dan Indonesia Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Air di Surabaya

Dalam proyek infrastruktur air di Surabaya, TWC juga berencana untuk membangun kawasan percontohan penyaringan air. TWC berharap kawasan percontohan ini dapat menjadi sebuah pijakan untuk membuka berbagai peluang kerja sama di masa yang akan datang.

Dalam proyek infrastruktur air di Surabaya, TWC juga berencana untuk membangun kawasan percontohan penyaringan air. TWC berharap kawasan percontohan ini dapat menjadi sebuah pijakan untuk membuka berbagai peluang kerja sama di masa yang akan datang. (Foto oleh MOEA)

 

Taiwan Water Corporation (TWC) menyelenggarakan seminar internasional "Water Loss Asia 2018" untuk membahas upaya pencegahan kebocoran air di kawasan Asia pada tanggal 29-31 Agustus di Kaohsiung Exhibition Center. Dalam seminar ini turut hadir pakar di bidang akademik dan pejabat instansi pemerintah dari Jepang, Eropa, Amerika, dan negara-negara Asia Tenggara. Pimpinan perusahaan air propinsi Jawa Timur dan perwakilan dari perusahaan air Pasuruan, Mojokerto dan Malang juga hadir untuk berpartisipasi dalam seminar tersebut.

3 perusahaan air dari Pasuruan, Mojokerto, dan Malang ini telah menandatangani MOU dengan TWC untuk bekerja sama di bidang teknik pengolahan air, dan fasilitas suplai air. Melalui kerja sama ini mereka mengharapkan agar teknologi dan pengalaman yang dimiliki Taiwan dapat meningkatkan dan menyempurnakan kualitas air di propinsi Jawa Timur, sekaligus memperkenalkan teknik pengolahan dan suplai air Taiwan untuk digunakan pada proyek pembangunan infrastruktur air di Surabaya.

Perkembangan industri di Indonesia, India, Filipina, Vietnam dan negara mitra Kebijakan Baru Arah Selatan (New Southbound Policy, NSP) lainnya, telah memberi dampak negatif pada kualitas air seperti polusi dan pencemaran. Selain itu, karena teknik pengolahan air di negara-negara tersebut masih tergolong belum cukup maju, situasi ini dapat mengakibatkan ketidaktersediaan air bersih yang tentunya dapat mengancam kesehatan masyarakat, masalah seperti ini juga pernah dialami Taiwan sekitar 40 tahun yang lalu. Melalui kerja sama ini, TWC berharap pengalaman dan teknologi yang dimiliki Taiwan dapat membantu memberikan solusi untuk mengatasi masalah pengolahan air, kebocoran dan kualitas air yang buruk, sekaligus membuka peluang bagi para pengusaha Taiwan untuk memasuki pasar Asia Tenggara.

Setiap harinya TWC memiliki kemampuan untuk memproduksi air sebanyak 13,5 juta ton, namun setelah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, rata-rata produksi harian hanya sebesar 8,5 juta ton. TWC memiliki 144 sistem suplai air mandiri di antaranya sistem berskala besar yang dapat memberikan suplai air kepada 2 juta penduduk, sistem berskala menengah untuk mensuplai air ke beberapa ratus ribu penduduk, dan sistem berskala kecil untuk mensuplai air ke beberapa ratus penduduk. Di bidang pengolahan air, TWC dapat mengolah air yang bersumber dari sungai, penampungan air, air bawah tanah, air laut dan lain-lain.

Dalam proyek infrastruktur air di Surabaya, TWC juga berencana untuk membangun kawasan percontohan penyaringan air. TWC berharap kawasan percontohan ini dapat menjadi sebuah pijakan untuk membuka berbagai peluang kerja sama di masa yang akan datang. Namun karena anggaran yang dialokasikan oleh negara-negara mitra NSP untuk proyek seperti ini tergolong rendah, untuk selanjutnya mungkin akan digunakan bentuk tender, kemitraan pemerintah dan swasta (Public Private Partnership), atau ODA (Official Development Assitance).