:::

MOC Selenggarakan Pertemuan Komite Penasihat Asia Tenggara Ketiga

MOC berharap melalui kegiatan yang beragam ini, masyarakat Taiwan dapat lebih memahami seni dan budaya Asia Tenggara, memperluas bidang pertukaran serta memperdalam jalinan persahabatan.

MOC berharap melalui kegiatan yang beragam ini, masyarakat Taiwan dapat lebih memahami seni dan budaya Asia Tenggara, memperluas bidang pertukaran serta memperdalam jalinan persahabatan. (Foto oleh CNA)

 

Kementerian Kebudayaan (MOC) menyelenggarakan pertemuan ketiga “Southeast Asia Advisory Committee” (Komite Penasihat Asia Tenggara) pada tanggal 24-27 April 2019, untuk memberikan berbagai saran dan pertimbangan kepada MOC, serta meningkatkan kegiatan pertukaran budaya dua arah antara Taiwan dan negara-negara Asia Tenggara. Anggota komite pada pertemuan tahun ini berasal dari latar belakang profesi yang beragam, seperti sutradara film, kurator museum, direktur museum.
  
Pada tahun 2015 MOC untuk pertama kalinya menggelar Southeast Asia Advisory Committee sebagai platform untuk turut mendorong Kebijakan Baru Arah Selatan (New Southbound Policy, NSP), serta mengkoordinasikan pertukaran budaya bersama para praktisi profesional dari negara-negara Asia Tenggara, seperti Singapura, Filipina, Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Laos, Myanmar, Jepang dan Australia.
 
Memasuki pelaksanaan tahun ketiga, MOC mengumumkan penetapan masa jabatan anggota komite menjadi dua tahun untuk satu masa jabatan.    
 
Wakil Menteri Kebudayaan, Hsiao Tsung-huang, mengatakan, “Taiwan memiliki posisi geografis yang sangat strategis, warisan budaya yang beraneka ragam, serta lingkungan sosial yang dapat berkontribusi dalam pembinaan kreativitas dan kemampuan sosial. Kami berharap Taiwan dapat memainkan peran aktif dalam mendorong perkembangan budaya Asia Tenggara.”        
 
Dalam pertemuan kali ini, MOC mengangkat tema “Diversity.Inclusivity.Southbound”, dan mengadakan berbagai kegiatan seminar untuk membahas rekonstruksi sejarah seni, pertukaran seni musik austronesia, serta kesenian wayang potehi Taiwan dan kesenian wayang kulit Asia Tenggara.   
 
Salah satu bagian dari kegiatan ini adalah penayangan film independen dari Laos, Kamboja, Myanmar dan Thailand yang akan disertai oleh ulasan dari sutradara film dan kritikus film profesional.
Di akhir kegiatan, MOC akan membawa para anggota komite untuk mengunjungi museum sastra, museum komik, dan mengadakan perbincangan dengan INGO Living Arts International.
 
MOC berharap melalui kegiatan yang beragam ini, masyarakat Taiwan dapat lebih memahami seni dan budaya Asia Tenggara, memperluas bidang pertukaran serta memperdalam jalinan persahabatan.