:::

Kesederhanaan dan Inovasi Bangunan Modern Generasi Pertama di Taiwan

Gedung Pameran Pertanian NTU yang disebut sebagai “Dongdong Guan” (Gedung Lubang), terkenal dengan tabung keramik mengkilap yang tertanam pada dinding beton.

Gedung Pameran Pertanian NTU yang disebut sebagai “Dongdong Guan” (Gedung Lubang), terkenal dengan tabung keramik mengkilap yang tertanam pada dinding beton.
 

Apakah benar bahwa bangunan bersejarah yang lebih tua akan lebih bernilai? Belum tentu.

Banyak orang tidak tahu, bahwa selain kelenteng dan taman bercorak budaya Tionghoa tradisional serta gedung pemerintah dan rumah kayu peninggalan era pendudukan Jepang, Taiwan juga memiliki banyak bangunan bersejarah yang dibangun dengan bantuan Amerika Serikat (AS) pasca Perang Dunia II.

 

Antara tahun 1951 dan 1965, Taiwan menerima kucuran dana sekitar US$100 juta per tahun dari Amerika Serikat. Dana yang memadukan bantuan dan dukungan dalam bidang ekonomi, teknologi dan pendidikan ini telah mengubah nasib Taiwan. Seiring dengan berakhirnya masa singkat tersebut, personel bersangkutan tidak lagi berada di Taiwan, hanya sedikit bangunan yang terkonservasi sampai sekarang menjadi jendela bagi kita untuk menyimak masa lampau.

 

Tersembunyi di Depan Mata

Berdasarkan “Penilaian Aset Budaya Arsitektur Terkait Bantuan Amerika Serikat” yang dirilis oleh Kementerian Kebudayaan tahun 2016, terdapat lebih dari 500 kontruksi bangunan selama periode tersebut dengan bantuan seperti penyaluran kredit dan dana dari Amerika Serikat. Jenisnya cukup beragam, mencakup fasilitas militer, pabrik, gedung kantor dan sekolah.

Kalau bangunan bantuan dari Amerika Serikat seperti ini begitu banyak, mengapa tidak mendapat perhatian dari masyarakat umum?

Pertama, bantuan Amerika pada hakikatnya difokuskan pada manfaat ekonomi dan pertimbangan fungsi, membuat bangunan-bangunan pada periode ini tidak memiliki keseragaman dari segi estetisnya.

Namun bantuan Amerika Serikat bermakna mendalam bagi perkembangan sejarah arsitektur Taiwan. Dana dari Amerika menawarkan banyak kesempatan bagi para arsitek generasi pertama Taiwan untuk memamerkan keahlian mereka. Pengetahuan profesional yang diperoleh saat mempelajari arsitektur Barat telah menanamkan bibit modernis, sementara pengaruh dari Amerika dalam hal teknologi dan bahan konstruksi juga sangat besar, seperti penggunaan batako dan beton pratekan.

Coba bayangkan sejenak kondisi Taiwan pada masa itu: Perang Dunia II baru saja berakhir, pasokan barang menipis, dan bangunan yang masih ada hanya bangunan besar pemerintah Jepang, asrama kayu bergaya Jepang atau bangunan tradisional bata tanah liat. Kemudian, bangunan modernis yang sangat teratur dan berbentuk geometris dengan eksterior sederhana, tiba-tiba mulai bermunculan ....

Inilah awal lembaran baru bagi perkembangan arsitektur modern Taiwan.

 

Pangkalan Koleksi Piringan Hitam:

Yangmingshan - Klub Militer AS (Haigo T.H. Shen/1968)

Presiden HC Space Design, Huang Chien-hwa, menerima tugas merenovasi Klub Militer AS sebagai bagian dari proyek “Budaya Rumah Tua” yang dipromosikan Departemen Kebudayaan Kota Taipei. Berkat ketepatan moto “Desain ada karena manusia, bukan untuk ide” yang selalu ditaatinya, Huang dengan sukses membawa rumah tua yang hampir dekaden itu kembali ke masa kejayaannya di masa lampau.

Terletak di lereng Gunung Yangmingshan dan dikenal oleh 217 rumah tangga lokal sebagai “rumah a-tok-á” (sebutan orang asing dalam bahasa Taiwan), klub yang pernah melayani keluarga militer Amerika Serikat yang tinggal di kompleks asrama, di sekitarnya adalah sebuah bangunan bata merah tinggi berbentuk “U” dengan luas hampir 3.000 meter persegi, dulu pernah memiliki kolam renang outdoor standar dengan kedalaman tiga meter. Kini telah direnovasi menjadi sebuah gedung serbaguna, berfungsi sebagai ruang makan, pameran, pertunjukan, serta tempat koleksi piringan hitam. Bangunan klub ini pada awalnya dibangun oleh Haigo T.H. Shen, yang saat itu menjadi konsultan kelompok penasihat militer Amerika Serikat, tetapi akibat perluasan dan rekonstruki pada berbagai waktu yang berbeda, bangunan ini menggunakan perpaduan 4 jenis bahan yang berlainan, yaitu kayu, batu bata, baja, dan beton bertulang (RC). Menghadapi desain yang begitu rumit, tim renovasi tidak berani gegabah dan secara khusus mendatangkan pengrajin veteran untuk mengajari mereka teknik konstruksi tradisional dan membantu mereka merestorasi atap yang hampir bobrok. Huang sendiri mendesain kisi aluminium jendela dari langit-langit hingga ke lantai untuk menggemakan gaya arsitektur perdesaan kawasan selatan Amerika Serikat. Yang paling istimewa adalah untuk genteng keramiknya, meskipun pabrik asalnya sudah lama tidak memproduksinya, tetapi masih ada ribuan keping genteng keramik berlekuk ganda serupa yang tak terjual dalam gudang. Meski warnanya tidak sekonsisten seperti produk saat ini, genteng-genteng keramik tua memiliki warna gradual bervariasi dari kumquat-oranye ke kuning-oranye dan delima, bagaikan tumpukan jejak perjalanan sejarah.

 

Gaya Tiongkok dalam Bangunan Modern:

National Taiwan University (NTU) - Pusat Kegiatan Mahasiswa Pertama (Wang Da-hong/1961)

Sebagai salah satu dari arsitek generasi pertama pasca perang dengan bakat luar biasa di Taiwan, keahlian Wang Da-hong adalah menggabungkan unsur-unsur tradisional Tiongkok ke dalam karya-karya bergaya modernis. Sebagai contohnya desain Pusat Kegiatan Mahasiswa Pertama di NTU, ia membagi ruang berdasarkan matriks sembilan kotak, garis atap yang terputus-putus dan tangga terbuka mendekati pintu masuk, semuanya merupakan metode umum modernisme. Lalu elemen gaya Tiongkok lainnya termasuk pintu merah tinggi dan sempit, meniru bingkai jendela kayu, sekat tradisional untuk pintu masuk dan beranda di sekeliling bagian luar…. Perpaduan gaya Timur dan Barat ini membantu membangun visi arsitektur Taiwan di benak para arsitek masa itu.

 

Keindahan Garis Geometris:

National Taiwan University (NTU) - Gedung Pameran Pertanian (Yu Yueh-chen, Chang Chao-kang, 1963)

Pada pertengahan abad terakhir, penggunaan roster beton menjadi populer dalam desain bangunan di kawasan Barat Tengah Amerika Serikat. Pada saat gaya ini tersebar di Taiwan, para arsitek Taiwan yang memang sering menggunakan roster beton sebagai motif dalam bangunan tradisional bergaya Fujian selatan, merasa cukup intuitif dalam membaurkan gaya Amerika tersebut. Hal ini membuat penggunaan roster dalam dinding beton menjadi ciri khas arsitektur lokal selama periode bantuan Amerika Serikat.

Gedung Pameran Pertanian NTU yang juga disebut sebagai “Dongdong Guan” (Gedung Lubang), terkenal dengan tabung keramik mengkilap yang tertanam pada  dinding beton, menjadikannya sebagai salah satu bangunan paling menarik perhatian di kampus yang besar. Tidaklah aneh jika bangunan ini telah ditetapkan sebagai “aset budaya berwujud”, seperti ubin lantai pertama yang meniru dinding bata merah tradisional, tetapi pada baris atas dan bawah ubin diletakkan secara vertikal, sedangkan yang di antaranya dipasang horizontal. Bagian depan penyangga alas beton beranda ditandai dengan garis vertikal yang sejajar dengan kolom di belakang. Detail geometrisnya meluas ke dua tangga interior, salah satunya membentuk spiral, satunya lagi lurus, menampilkan transformasi garis geometris yang menarik.

 

Penggunaan Batako:

National Taiwan University (NTU) - Gimnasium Lama (Yang Cho-cheng/1962)

Bangunan panjang berbentuk kotak adalah gaya yang sering ditemukan dalam bangunan-bangunan pada periode bantuan Amerika Serikat. Selain roster beton yang memang sering dipakai sebagai desain dinding, bahan lain yang digunakan dengan jumlah besar adalah batako. Arsitek Hsieh Ming-ta, yang merangkap sebagai dosen Jurusan Arsitektur di Tamkang University, menjelaskan bahwa batako memiliki banyak keunggulan dibandingkan batu bata tradisional, antara lain dapat diproduksi lebih cepat dan mudah, memiliki tingkat cacat yang lebih rendah, dapat digunakan hanya tujuh hari setelah diproduksi, dan mencapai kekuatan yang dibutuhkan pendesainnya dalam 28 hari. Selain itu, ukurannya yang relatif besar membuatnya lebih mudah untuk disejajarkan dan diaplikasikan dalam konstruksi. Kekurangan pasokan batu bata tradisional karena pembangunan pesat pada periode ini, membuat banyak proyek lebih memilih bahan batako di bawah rekomendasi orang Amerika.

 

Gereja Militer Amerika:

National Taiwan University (NTU) - Pusat Kesenian (The Odeum) (1963)

Satu lagi peninggalan periode bantuan Amerika di kampus NTU, yaitu area antara Departemen Manajemen dan Pusat Kegiatan Mahasiswa Kedua, tempat ini  sebelumnya adalah Taipei Air Station, sebuah pusat komunikasi Angkatan Udara AS. Jejak tembok yang dulu mengelilingi kompleks masih terlihat hari ini.

Taman Kanak-Kanak NTU dulunya adalah sebuah depot reparasi kendaraan. The Odeum, sebuah tempat pertunjukan kesenian yang terletak tidak jauh darinya, adalah sebuah bangunan dengan dinding depan berbentuk pentagon tak beraturan, yang membuatnya terlihat seperti kotak kue. Dulu, ruang kecil ini adalah gereja untuk personel militer Amerika Serikat. Kini, tempat khotbah dirombak menjadi gedung pertunjukan skala kecil. Meski tujuannya berlainan, fungsi sebagai panggung tetap diteruskan.

 

Elemen Dekoratif Dinasti Han:

National Chiao Tung University (NCTU) - Gedung Chu Ming (Lu Yu-chun, 1960)

Kampus paling awal NCTU di Taiwan, yaitu Kampus Bo'ai, jejak periode bantuan Amerika dapat terlihat di mana-mana pada wilayah ini. Setelah melewati gerbang dan memasuki kampus, pengunjung segera berhadapan dengan Gedung Chu Ming dari Departemen Sains dan Teknologi Biologi yang dirancang oleh Lu Yu-chun, arsitek di balik Gedung Sains di Akademi Nanhai. Bangunan putih yang terlihat sederhana ini menggabungkan banyak elemen dekoratif tradisional Tiongkok. Salah satu contoh adalah bentuk trisula di tembok pembatas di atas pintu masuk utama, yang bersumber dari elemen dougong dalam arsitektur tradisional Tiongkok dari Dinasti Han. Selain itu, sebuah plakat di sebelah kiri pintu masuk utama bertuliskan “Bantuan Amerika” juga merupakan bukti visual pembangunan suatu era.

Carilah kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat ini! Jelajahi jejak sejarah melalui arsitektur, dan temukan keindahan Taiwan yang berbeda.