:::

Presiden Tsai Tunjuk Menlu Joseph Wu Sebagai Utusan Khusus, Hadiri Upacara Pelantikan Presiden Palau

New Southbound Policy。Taiwan dan Palau telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1999. Pejabat kedua negara memiliki hubungan interaksi yang sangat erat, disertai hubungan kerja sama yang telah menuai berbagai pencapaian positif. Dalam komunitas internasional, Palau selalu menyatakan dukungan penuh bagi Taiwan, dan terus berupaya untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Taiwan. (Foto oleh Kementerian Luar Negeri)
Taiwan dan Palau telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1999. Pejabat kedua negara memiliki hubungan interaksi yang sangat erat, disertai hubungan kerja sama yang telah menuai berbagai pencapaian positif. Dalam komunitas internasional, Palau selalu menyatakan dukungan penuh bagi Taiwan, dan terus berupaya untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Taiwan. (Foto oleh Kementerian Luar Negeri)



Presiden Tsai Ing-wen telah menunjuk Menteri Luar Negeri, Joseph Wu, sebagai utusan khusus untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden/Wakil Presiden dan anggota legislatif Republik Palau, yang akan diselenggarakan pada tanggal 20-22 Januari mendatang.

Dalam kunjungan tersebut, Menlu Joseph Wu dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden petahana, Tommy Remengesau Jr; Presiden terpilih Surangel Whipps Jr; Wakil Presiden terpilih, Uduch Senior; serta anggota senat, kongres, dan tokoh masyarakat. Selain itu, Menlu Joseph Wu juga akan menyempatkan diri untuk meninjau pelaksanaan proyek kerja sama bilateral yang terdapat di Palau.    
 
Di tengah wabah virus korona Wuhan (Covid-19) yang masih melanda di berbagai negara, Presiden Tsai Ing-wen adalah satu-satunya kepala negara asing yang diundang oleh Pemerintah Palau untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di negara tersebut. Hal tersebut memperlihatkan perhatian besar Pemerintah Palau terhadap hubungan diplomatik dengan Taiwan, dan pengakuan yang amat besar terhadap keberhasilan pencegahan wabah di Taiwan. Pemerintah menyambut baik undangan Palau, dan akan mengirim utusan khusus, serta melakukan langkah antisipasi dengan cermat.    
 
Taiwan dan Palau telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1999. Pejabat kedua negara memiliki hubungan interaksi yang sangat erat, disertai hubungan kerja sama yang telah menuai berbagai pencapaian positif. Dalam komunitas internasional, Palau selalu menyatakan dukungan penuh bagi Taiwan, dan terus berupaya untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Taiwan.
 
Saat ini, Taiwan dan Palau sedang melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan “Travel Bubble” (kemitraan eksklusif dengan negara-negara yang telah berhasil menangani wabah, untuk mengizinkan masyarakat dari negara tersebut untuk datang dan berwisata), agar kedua negara secara perlahan-lahan dapat mulai memulihkan kegiatan industri pariwisata dan perkembangan ekonomi.